Jumat, 26 Juni 2026

Keluarga ASN Bangkalan Soroti Pria Misterius dari CCTV Juanda, Menduga Pembunuhan

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Sosok pria misterius yang mengemudikan mobil M 1090 GP pelat merah, di balik penemuan korban ASN Bangkalan. Foto: Istimewa.

Keluarga RYS seorang aparatur sipil negara (ASN) Bangkalan yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Innova hitam Nopol M 1090 GP pelat merah di parkiran Juanda menduga ada peristiwa pembunuhan dalam kasus tersebut.

Untuk diketahui, korban ditemukan tak bernyawa di area parkiran Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo pada Rabu (24/6/2026) siang kemarin.

Risang Bima Wijaya kuasa hukum keluarga RYS menyebut, dugaan itu muncul setelah mencermati hasil autopsi sementara serta keberadaan seorang pria misterius yang terekam kamera pengawas (CCTV) di gebang bandara saat mengendarai mobil korban.

Hingga kini identitas pria yang muncul dalam tangkapan layar CCTV itu belum berhasil diketahui.

Pihak keluarga telah berupaya menelusuri identitas pria tersebut dengan bertanya kepada kerabat maupun rekan kerja korban, namun hasilnya nihil.

“Itu kan dari awal kita tunjukkan itu tuh enggak ada yang kenal. Seluruh keluarga sampai kemarin setelah pemakaman saya juga masih tanyakan mungkin bisa diingat-ingat. Kita juga sudah konfirmasikan ke lingkungan kerjanya. Teman-teman kantornya juga enggak ada yang tahu juga,” ujar Risang dikonfirmasi suarasurabaya.net, Jumat (26/6/2026).

BACA JUGA: Kronologi Penemuan Jenazah Perempuan di Parkiran Bandara Juanda
BACA JUGA: Hasil Autopsi Ungkap ASN Bangkalan Diduga Meninggal 2-3 Hari Sebelumnya

Pria misterius tersebut terekam saat mengambil tiket masuk di gerbang bandara dan mengemudikan mobil yang ditumpangi korban. Ia juga nampak menggunakan masker.

“Dia pakai rambut ikal, pakai masker, pakai kaos biru dongker. Logonya selirit garis-garis di dada itu kayaknya mereknya Tommy Hilfiger,” ungkap Risang.

Dengan kemunculan sosok pria misterius tersebut dan hasil autopsi sementara yang menyimpulkan korban meninggal akibat Asfiksia, keluarga kini menduga ada peristiwa pembunuhan dalam kasus ini.

“(Menduga) Pembunuhan. Jadi pembunuhan dicocokkan dengan hasil visum hasil otopsi sementara ya,” ucapnya.

BACA JUGA: Perempuan Ditemukan Meninggal Dunia di Mobil Pelat Merah di Parkiran Bandara Juanda
BACA JUGA: Polisi Temukan Bekas Kekerasan Benda Tumpul di Jenazah ASN Bangkalan

Selain penyebab kematian yang dipicu Asfiksia atau kehabisan oksigen, tim dokter forensik juga mengungkap ada temuan kekerasan benda tumpul pada cuping telinga kiri hingga pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata korban.

Risang juga mengungkap bahwa anting di telinga kiri korban hilang dan tidak ditemukan di dalam mobil. Fakta itu mengutakan dugaan adanya bekas kekerasan benda tumpul di cuping telinga korban.

“Benda tumpul, cuping telinga sobek, anting kiri hilang waktu otopsi. Cocok kan? Tapi di mobil tidak ditemukan antingnya,” ujarnya.

Selain anting kiri, berdasarkan keterangan keluarga, kalung dan gelang juga tidak ditemukan saat proses evakuasi kendaraan.

“Itu yang hilang itu kalungnya yang dipakai sama gelangnya juga. Di mobil waktu evakuasi juga enggak ketemu,” katanya.

Risang juga menduga ada dua TKP dalam peristiwa ini, yakni lokasi dugaan pembunuhan dan pembuangan jenazah di parkiran Juanda.

“Berarti kesimpulan lagi, tanpa sekali lagi tanpa mendahului dari penyidik ini kan berarti ada dua TKP. TKP pembunuhan dan TKP pembuangan mayat,” tuturnya.

Di sisi lain, keluarga dijadwalkan bakal memenuhi panggilan penyidik Polresta Sidoarjo untuk memberikan keterangan terkait barang-barang milik korban yang diduga hilang pada Sabtu (27/6/2026) besok.

Sementara itu AKP Siko Sesaria Putra Suma Kasatreskrim Polresta Sidoarjo belum menyimpulkan terkait dugaan pembunuha dalam kasus ini. Dia menegaskan anggotanya sedang melakukan proses penyelidikan.

“Masih dalam penyelidikan, terima kasih,” kata Siko dikonfirmasi, Jumat (26/6/2026).(wld/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 26 Juni 2026
29o
Kurs