Sabtu, 11 Juli 2026

Mendag Dorong UMKM Perluas Pasar Eskpor di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Budi Santoso Menteri Perdagangan RI memberikan keterangan selepas mengunjungi Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas pasar ekspor di tengah gejolak politik global.

Budi Santoso Menteri Perdagangan (Mendag) mengatakan, pihaknya terus berupaya memperluas akses pasar UMKM, melalui program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor.

Program ini mempertemukan UMKM dengan calon buyer di negara tujuan ekspor melalui pitching dan business matching. Untuk mendukung program tersebut, Kemendag mengoptimalkan peran 46 perwakilan perdagangan (perwadag) RI di 33 negara sebagai ujung tombak promosi produk Indonesia.

Selain itu forum diskusi dan konsultasi juga didorong untuk mengembangkan kemampuan eksportir muda memahami peluang bisnis.

“Forum-forum diskusi dapat membantu teman-teman UMKM untuk semakin memahami bahwa produk-produknya memiliki potensi untuk ekspor. Selama ini, banyak pelaku UMKM yang sebenarnya punya produk bagus tetapi belum tahu caranya ekspor. Kemendag dapat mendukung cita-cita ekspor teman-teman UMKM melalui berbagai program yang kami miliki,” kata Budi di Jakarta, Jumat (15/5/2026).

Budi mengatakan, pihaknya menyediakan layanan konsultasi desain produk melalui Indonesia Design Development Center (IDDC) untuk membantu UMKM meningkatkan kualitas dan daya saing produknya.

Kemendag juga memiliki program Product Placement Pilihan Busan, yakni penempatan produk UMKM potensial ekspor di ruang tamu Menteri Perdagangan sebagai sarana promosi kepada tamu dan delegasi asing.

“Setelah menentukan pasar yang ingin dituju, teman-teman (UMKM) kami hubungkan dengan perwadag RI di negara tujuan ekspor. Setelah presentasi kepada perwadag RI untuk menggali potensi pasarnya, teman-teman akan dicarikan buyer. Kemudian, teman-teman akan presentasi kepada buyer didampingi perwadag RI. Seluruh tahapan digelar virtual sepenuhnya sehingga dapat dilakukan dari mana saja,” ujar Mendag.

Sebelumnya Kemendag mengatakan pertumbuhan ekspor masih tercatat positif di angka 0,9 persen pada kuartal I 2026. Budi Santoso Menteri Perdagangan memastikan pertumbuhan ekspor masih bagus di tengah perlemahan rupiah dan konflik geopolitik global.

Budi berharap ke depan kondisi ekspor di Indonesia tetap stabil atau meningkat. Katanya, pemerintah bakal menjalankan berbagai upaya untuk meningkatkan ekspor di Indonesia.

Di tengah naik turunnya rupiah belakangan, pemerintah akan terus mendorong pelaku usaha ekspor tetap tumbuh. Di mana pertumbuhan ekspor di April 2026 diharapkan tetap positif.(lea/bil)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Sabtu, 11 Juli 2026
23o
Kurs