Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang sempat mengular hingga berjam-jam pada Jumat (22/5/2026). Sejak pagi, pendengar Suara Surabaya melaporkan waktu tunggu masuk pelabuhan mencapai lebih dari lima jam.
Arief Eko General Manager ASDP Ketapang mengatakan antrean terjadi akibat akumulasi perlambatan operasional kapal dalam tiga hari terakhir. Kondisi itu dipicu cuaca buruk sejak Selasa (19/5/2026), mulai dari angin kencang, arus laut, hingga hujan, yang memengaruhi olah gerak kapal saat sandar dan berlayar.
“Tiga hari terakhir memang kondisi cuaca di sini cukup angin kencang, arus, hujan, dan sebagainya. Itu memengaruhi olah gerak kapal sehingga menjadi lebih lama dari biasanya,” kata Arief Eko kepada Radio Suara Surabaya, Jumat (22/5/2026).
Menurut dia, perlambatan tersebut paling berdampak pada kendaraan logistik karena lintasan Ketapang-Gilimanuk memang menjadi jalur utama distribusi barang. Ketika waktu tempuh dan bongkar muat yang biasanya sekitar 30 menit menjadi satu jam, antrean kendaraan pun tidak terhindarkan.
“Dalam tiga hari itu terjadi kondisi seperti itu, sehingga berimbas kepada tenaga kerja, terutama kendaraan logistik. Karena jalur Ketapang-Gilimanuk ini memang jalur padat untuk logistik. Ketika biasanya 30 menit menjadi satu jam, otomatis terjadi penumpukan,” ujarnya.
Arief menegaskan tidak ada penutupan layanan penyeberangan di Pelabuhan Ketapang. Operasional tetap berjalan, namun kapal harus menyesuaikan pergerakan dengan kondisi cuaca demi keselamatan pelayaran.
“Tidak ada penutupan. Jadi bukan penutupan, tetapi imbauan untuk kewaspadaan saja. Operasional tetap jalan. Hanya dengan kondisi arus kencang seperti itu, tentu ada beberapa kelambatan,” katanya.
Ia mencontohkan, kapal yang dalam kondisi normal bisa beroperasi lima trip per hari, sempat hanya mampu empat trip saat cuaca memburuk. Karena itu, antrean didominasi kendaraan logistik yang menggunakan Dermaga LCM dan Dermaga 4. Sementara kendaraan kecil, bus, dan roda dua tetap bisa dilayani melalui dermaga terpisah, yakni Dermaga 1, 2, dan 3.
“Bus masih bisa kita layani,” ujar Arief.
ASDP juga telah berkoordinasi dengan kepolisian dan regulator setempat untuk membantu mengatur arus kendaraan di sekitar pelabuhan. Kendaraan kecil dan bus diarahkan langsung menuju pelabuhan agar tidak ikut mengantre bersama kendaraan logistik di jalur utama.
Untuk kondisi terbaru, Arief memastikan cuaca di Ketapang saat ini sudah membaik dan operasional kapal kembali berjalan normal. Namun, antrean yang masih terlihat merupakan sisa penumpukan dari tiga hari sebelumnya.
“Hari ini alhamdulillah dari sisi cuaca sampai saat ini masih baik dan mendukung. Operasional kapal berjalan normal,” katanya.
Pada puncak antrean semalam, kemacetan sempat mencapai kawasan Watu Dodol atau sekitar lima sampai enam kilometer dari pelabuhan. Pagi hari antrean berkurang menjadi sekitar tiga kilometer, dan hingga siang ini tersisa sekitar 700 meter sampai 1 kilometer dari area pelabuhan.
“Sekarang sudah normal. Terakhir tadi saya cek, antrean masih sekitar satu kilometer,” ujar Arief.
ASDP juga menerima pembaruan cuaca dari BMKG setiap hari, bahkan bisa setiap enam jam, untuk memantau kondisi pelayaran ke depan. Berdasarkan informasi terakhir, cuaca hari ini masih mendukung dan untuk sementara prakiraan besok juga dalam kondisi normal.
Sementara itu, kondisi di Pelabuhan Gilimanuk relatif lebih lengang karena arus kendaraan saat ini lebih dominan dari Jawa menuju Bali. Arief menegaskan situasi ini berbeda dengan masa angkutan Lebaran yang biasanya padat di kedua arah.(iss)

NOW ON AIR SSFM 100

