Jumat, 5 Juni 2026

Mensos Ingatkan Pelaku Korupsi Akan Terus Dikejar Meski Sudah Pensiun

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Saifullah Yusuf Menteri Sosial (Mensos) saat memberikan keterangan kepada awak media. Foto: Antara

Saifullah Yusuf Menteri Sosial (Mensos) mengingatkan seluruh jajaran aparatur sipil negara di lingkungan Kemensos bahwa pertanggungjawaban hukum atas praktik korupsi akan terus mengejar pelaku meski sudah masa pensiun.

“Tidak ada zona aman untuk korupsi. Tidak kena sekarang, nanti. Tidak kena nanti, pensiun kena,” kata Gus Ipul dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat (5/6/2026) yang dikutip Antara.

Dia menegaskan bahwa tidak ada tempat bersembunyi bagi aparatur yang nekat mencederai integritas demi keuntungan pribadi atau kelompok.

Peringatan keras ini disampaikan secara terbuka dalam rapat pimpinan di Kementerian Sosial, sebagai benteng pertahanan moral di internal guna menyongsong pelaksanaan pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2026.

Langkah tersebut sekaligus sebagai bentuk kepatuhan penuh terhadap komitmen Prabowo Subianto Presiden yang menuntut pemberantasan korupsi secara total di tubuh birokrasi kementerian dan lembaga negara.

“Kita tahu kemarin ada pidato presiden soal integritas. Ketika presiden pidato, itu pada dasarnya adalah perintah bukan imbauan. Kemensos wajib menangkap pesannya,” kata dia.

Untuk itu, Gus Ipul menginstruksikan seluruh pimpinan unit dan kepala satuan kerja (satker) memperketat sistem pengawasan ke jajaran bawah demi mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini.

Dia juga menegaskan bakal menerapkan sanksi berlapis dan penegakan prinsip tanpa toleransi (zero tolerance) bagi pimpinan satker yang terbukti abai atau sengaja mendiamkan adanya indikasi rasuah di lingkungan kerja mereka.

Diketahui sebelumnya viral di media sosial terkait adanya dugaan penggelembungan harga atau markup harga untuk sepatu yang diberikan kepada siswa Sekolah Rakyat.

Menyikapi hal ini, Kemensos membentuk tim khusus untuk mendalami isu-isu pengadaan barang dan jasa menyusul adanya informasi yang menjadi polemik di media sosial.

Gus Ipul kemudian menunjuk Agus Jabo Wakil Menteri Sosial dan Inspektur Jenderal (Irjen) Kemensos untuk memimpin tim khusus tersebut. Tim tersebut selanjutnya membebaskan dua pejabat untuk menunjang kelancaran upaya evaluasi dan investigasi internal terkait pengadaan barang dan jasa untuk siswa Sekolah Rakyat.

Kemensos menargetkan hasil investigasi internal itu diumumkan awal bulan ini. (ant/bil/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Kubah Masjid Ghamamah

Surabaya
Jumat, 5 Juni 2026
32o
Kurs