Sabtu, 6 Juni 2026

Harga Minyak Indonesia Turun ke 106,56 Dolar AS, Dipicu Meredanya Ketegangan Geopolitik

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Laode Sulaeman Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (18/5/2026). Foto: Antara

Harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Mei 2026 tercatat sebesar 106,56 dolar AS per barel, turun dari posisi April yang mencapai 117,31 dolar AS per barel.

“Rata-rata ICP bulan Mei 2026 ditetapkan 106,56 dolar AS per barel, sejalan dengan penurunan harga minyak mentah utama dunia,” ujar Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, dalam keterangan resmi yang dilansir Antara, Sabtu (6/6/2026).

Laode menjelaskan penurunan ini sejalan dengan melemahnya harga minyak dunia, khususnya Dated Brent, yang dipengaruhi meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

“Perkembangan positif ini secara umum dipengaruhi oleh perbaikan pasokan global seiring meredanya konflik geopolitik global,” kata Laode.

Sepanjang Mei 2026, pasar minyak merespons sejumlah sinyal deeskalasi konflik di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump beberapa kali menyampaikan optimisme terkait peluang berakhirnya konflik dan kemajuan negosiasi dengan Iran. AS juga membatalkan rencana serangan lanjutan ke Iran serta memberikan pengecualian sanksi sementara terhadap minyak Rusia yang sudah berada di laut.

“Perkembangan itu menurunkan kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan minyak dunia dan menekan harga minyak mentah di pasar internasional,” kata Laode.

Selain faktor geopolitik, pelemahan permintaan global turut menekan harga. International Energy Agency (IEA) memproyeksikan permintaan minyak dunia turun hingga 420 ribu barel per hari menjadi sekitar 104 juta barel per hari, dengan penurunan terbesar terjadi pada kuartal II 2026 yang mencapai 2,45 juta barel per hari.

Di Asia, impor minyak juga melemah sepanjang Februari–April 2026, termasuk di China, Jepang, Korea Selatan, dan India. Aktivitas pengolahan minyak mentah China bahkan turun 5,8 persen secara tahunan menjadi 13,35 juta barel per hari, level terendah dalam 44 bulan terakhir.

Pemerintah menyatakan terus memantau dinamika pasar energi global untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga energi nasional.

“Melalui pemantauan yang berkelanjutan dan langkah antisipatif yang diperlukan, pemerintah berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional dan memastikan ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat,” kata Laode.

Berikut perbandingan harga rata-rata minyak mentah utama pada April dan Mei 2026:

Jenis Minyak April 2026 Mei 2026 Perubahan
ICP Indonesia 117,31 $/barel 106,56 $/barel ▼ 10,75
Brent (ICE) 102,46 $/barel 103,71 $/barel ▲ 1,25
WTI (Nymex) 98,06 $/barel 98,51 $/barel ▲ 0,45
Dated Brent 120,55 $/barel 107,55 $/barel ▼ 12,99
Basket OPEC* 108,79 $/barel 112,24 $/barel ▲ 3,45

*per 29 Mei 2026
(ant/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Surabaya
Sabtu, 6 Juni 2026
31o
Kurs