Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus pengeroyokan di kawasan Manukan, Surabaya pada Minggu (31/5/2026), yang mengakibatkan korban berinisial T meninggal dunia.
Menurut catatan yang dihimpun pihak kepolisian, awalnya keempat pelaku mengajak korban menuju sebuah gang di belakang SMA negeri kawasan Manukan, Surabaya, untuk menagih utang.
“Kejadian itu sekira pukul 00.30 WIB. Keempat pelaku mengajak korban bertemu di gang belakang SMA,” kata Kompol Aspul Bakti Kapolsek Tandes pada Sabtu (6/6/2026).
BACA JUGA: Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Pengeroyokan Siswa SMA di Manukan Surabaya
Kemudian sekira pukul 02.23 WIB, lanjut Bakti, tante korban menerima informasi dari pesan WhatsApp kalau korban dibawa ke RSIA NUN Surabaya. Info itu kemudian diteruskan tante korban ke keluarganya yang lain.
Sesampainya di rumah sakit tersebut, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban kemudian dibawa ke RSUD Dr Soetomo untuk mendapat perawaran lebih lanjut.
“Setelah dirawat di Dr Soetomo selama lima hari, korban dinyatakan meninggal dunia dengan pembengkakan dan pendarahan di otak,” ungkapnya.
Sementara itu, AKP Hadi Ismanto Kasi Humas Polrestabes Surabaya menerangkan, keempat terduga pelaku telah diamankan setelah melalui proses penyelidikan terhadap sejumlah saksi.
“Empat orang sudah kami amankan dari kejadian itu,” kata Hadi kepada suarasurabaya.net, Sabtu (6/6/2026).
Terkait latar belakang terduga pelaku, Hadi membantah bahwa mereka adalah anggota perguruan silat. Keempat terduga pelaku, disebut masih satu sekolah dengan korban.
“Mereka teman sekolah dan tidak ada kaitannya dengan perguruan silat maupun gangster,” tutupnya. (kir/saf/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

