Prabowo Subianto adalah salah seorang Presiden RI yang punya kebiasaan membaca buku. Dia juga gemar mengoleksi berbagai macam buku bacaan di perpustakaan pribadinya.
Maka dari itu, dalam kunjungan resminya ke India, Jumat (24/1/2025), Prabowo menyempatkan diri berkunjung ke Toko Buku Bahrisons, di kawasan Khan Market, Kota New Delhi.
Di toko buku ikonik yang sudah beroperasi dari tahun 1953 tersebut, RI 1 membeli banyak buku bacaan internasional.
Lewat media sosial, Prabowo menyatakan Bahrisons Bookseller adalah toko buku langganannya.
Siang hari ini, Sabtu (6/6/2026), suarasurabaya.net berkesempatan mengunjungi Bahrisons Booksellers.

Luas lahan toko itu boleh dibilang sempit sekitar 4×10 meter persegi. Begitu masuk, pengunjung langsung berhadapan dengan buku-buku yang ada di rak dan meja.
Pergerakan orang di dalam toko tidak bisa leluasa karena penuh dengan buku dan para pengunjung yang mencari buku atau sekadar melihat-lihat.
Pengunjung yang memang punya buku incaran bisa menanyakan langsung ketersediaannya kepada pegawai untuk dicek di komputer.
Di lantai dua, masih ada beragam buku dengan jumlah lebih sedikit. Tapi, ada tempat duduk dan meja untuk membaca atau sekadar berbincang dengan pemilik toko.
Menjelang sore, Anuj Bahri Malhotra si pemilik toko buku berkenan berbicang-bincang.
Pria berusia sekitar 70 tahunan itu mengaku sangat senang atas kunjungan Kepala Negara Indonesia ke tokonya dan membeli banyak buku.
Bahkan, di sela padatnya jadwal kunjungan kenegaraan, Prabowo, kata Anuj, menghabiskan waktu sekitar dua jam di Bahrisons Bookseller.

Kunjungan Presiden RI juga membuat nama tokonya semakin dikenal luas oleh masyarakat internasional.
Tapi, Anuj tidak memberikan detail buku apa saja yang dibeli Prabowo. Karena, dia memegang prinsip setiap orang punya hak untuk tertarik pada buku apa pun untuk dibaca, dan itu merupakan privasi.
Lebih lanjut, Anuj bilang punya cukup banyak koleksi buku tentang Indonesia. Salah satunya Buku Koleksi Lukisan Presiden RI Soekarno Jilid I dan II, di toko barunya, Bahri Luxury Collection yang masih satu area pertokoan.
Pantauan suarasurabaya.net di lokasi, pengunjung Toko Buku Bahrisons bukan cuma orang-orang usia dewasa. Anak-anak remaja juga banyak yang masuk ke toko untuk mencari buku bacaan.

Sekadar informasi, India menempati peringkat kedua di dunia di bawah Amerika Serikat untuk tingkat kegemaran membaca.
Berdasarkan survei global CEOWORLD Magazine tahun 2025, rata-rata masyarakat India membaca sekitar 16 judul buku per tahun, dengan durasi membaca 352 jam setiap tahunnya.
Pencapaian itu menjadikan India sebagai satu-satunya negara di luar Eropa yang memimpin daftar minat baca global.
Budaya literasi yang sangat kuat di India antara lain karena faktor tingginya nilai pendidikan, dan kemudahan masyarakatnya mengakses buku.
Harga buku bacaan di India relatif lebih murah daripada harga buku di negara-negara lain termasuk Indonesia.(rid/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

