Ibadah haji yang padat secara fisik dapat menurunkan kondisi tubuh jamaah dan memicu berbagai gangguan kesehatan. Karena itu, pemulihan yang tepat setelah kembali ke tanah air menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Beberapa risiko kesehatan yang umum dialami jamaah sepulang haji antara lain gangguan pencernaan seperti diare akibat perubahan pola makan dan minum, kambuhnya penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, atau jantung, serta infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dipicu kelelahan dan paparan debu.
“Begitu kelihatan jamaah yang sudah pulang ini ada suspek tidak sehat, langsung dilakukan cek kesehatan, karena kondisi fisik menurun akibat kelelahan hingga timbul sakit,” kata Benjamin Paulus Oktavianus, Wakil Menteri Kesehatan di Jakarta, Rabu (3/6/2026), seperti dilaporkan Antara.
Kementerian Kesehatan membagikan beberapa hal yang dapat dilakukan jemaah haji untuk membantu memulihkan kondisi tubuh. Jemaah disarankan beristirahat cukup 7–9 jam per malam, menghindari aktivitas berat beberapa hari setelah tiba, serta mengonsumsi makanan bergizi kaya vitamin dan mineral.
Jemaah juga diminta minum air yang cukup untuk mencegah dehidrasi, serta melakukan olahraga ringan seperti peregangan atau jalan santai.
Jamaah juga sebaiknya membatasi kunjungan tamu di awal kepulangan agar tidak kelelahan. Jika muncul gejala seperti demam atau batuk, segera periksakan diri ke dokter dengan menyampaikan riwayat kesehatan selama haji.
Jadwal pemulangan jamaah haji 2026 Gelombang 1 berlangsung 1–15 Juni, sedangkan Gelombang 2 pada 7–30 Juni.(ant/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

