Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggelar simulasi pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 pada Senin (8/6/2026) dan Selasa (9/6/2026).
Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Jatim mengatakan, simulasi SPMB tersebut disiapkan agar masyarakat lebih memahami mekanisme pendaftaran secara daring dan menghindari kesalahan saat proses seleksi dimulai pada Kamis (11/6/2026).
Tahapan SPMB sendiri saat ini masih memasuki masa pengambilan PIN yang berlangsung hingga 9 Juni. PIN menjadi syarat utama bagi calon murid untuk mengikuti pendaftaran jenjang SMA dan SMK negeri di Jawa Timur.
Aries menjelaskan, setelah mengisi data secara daring melalui laman SPMB Jatim, calon murid wajib melakukan verifikasi dan validasi data di sekolah yang direkomendasikan sistem. Setelah proses tersebut selesai, PIN dapat diunduh sebagai bekal mengikuti pendaftaran.
Selain mengingatkan pentingnya pengambilan PIN, Aries juga meminta masyarakat memahami aturan pada setiap jalur penerimaan, khususnya jalur domisili SMA yang tahun ini dibuka lebih awal dibanding tahun sebelumnya.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap jalur domisili hanya ditentukan oleh kedekatan jarak rumah dengan sekolah. Padahal, seleksi tetap mengutamakan nilai akademik, sementara faktor domisili menjadi pertimbangan berikutnya.
“Masih ada masyarakat yang mengira jalur domisili SMA hanya berdasarkan jarak rumah terdekat dengan sekolah. Padahal yang didahulukan tetap nilai akademik, baru kemudian domisili,” katanya.
Pada SPMB 2026, jalur domisili SMA dan SMK menjadi tahap pertama yang dibuka pada 11-12 Juni 2026. Selanjutnya, jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi hasil lomba dibuka pada 17-18 Juni 2026.
Seperti diketahui, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan SPMB 2026, Dindik Jatim telah menyiagakan sekitar 7.212 operator dan petugas helpdesk di seluruh Jatim yang bertugas membantu masyarakat selama proses pendaftaran berlangsung. (ris/saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

