Senin, 8 Juni 2026

Bulog Gelontorkan 65 Ribu Ton Beras SPHP di Jatim, Antisipasi Kenaikan Harga Saat Kemarau

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Jajaran Bulog Jatim bersama Satgas Pangan Jatim saat meninjau pasar di Surabaya. Foto: Dok. Perum Bulog Jatim

Perum Bulog Jawa Timur (Jatim) mulai memperkuat upaya menjaga stabilitas harga beras melalui percepatan penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di tengah fase musim kemarau.

Langgeng Wisnu Adinugroho Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jatim mengatakan pihaknya sudah menggelontorkan 65.648 ton beras SPHP, atau sekitar 66 persen dari target penyaluran sebesar 98.767 ton.

“Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras sudah digelontorkan sejumlah 65.648 ton beras atau 66 persen dari target sejumlah 98.767 ton,” kata Langgeng di Surabaya, Senin (8/6/2026).

Langgeng menjelaskan, percepatan penyaluran SPHP menjadi langkah penting untuk mengantisipasi kenaikan harga beras, seiring berkurangnya pasokan hasil panen pada musim kemarau. “Realisasi ini (66 persen penyaluran SPHP) merupakan realisasi tertinggi kedua secara nasional,” kayanya.

Program SPHP diharapkan mampu menjaga harga beras medium tetap stabil dan tidak melampaui harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp13.500 per kilogram (kg).

Saat ini harga jual beras SPHP dari gudang Bulog sebesar Rp11.000 per kg, sedangkan harga maksimal yang dapat dijual pedagang kepada konsumen sebesar Rp12.500 per kg.

Selain SPHP, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Pangan kepada 5.638.478 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh Jawa Timur. Melalui program tersebut, setiap penerima mendapat bantuan 20 kg beras dan empat liter minyak goreng.

Sepanjang Februari-Maret kemarin, Bulog Jatim telah menyalurkan 112.769 ton beras kualitas medium dan 22,5 juta liter minyak goreng kepada masyarakat.

Bantuan pangan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga penerima selama sekitar tiga minggu sehingga mampu menekan permintaan beras dan minyak goreng di pasar. Selain beras, Bulog Jatim juga terus menggelontorkan Minyakita melalui pasar rakyat dan pasar pencatatan SP2KP.

Langgeng menyebut, sepanjang April sampai Juni 2026 realisasi distribusi Minyakita sudah mencapai 2.239.405 liter dengan kontribusi terbesar atau 64 persen melalui pasar rakyat.

Berbagai langkah itu diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi pangan di Jawa Timur di tengah tekanan kenaikan harga selama kemarau.

“Tentu program-program pemerintah yang dilaksanakan diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras dan Minyak Goreng serta menjaga daya jual beli masyarakat dan inflasi terkendali di seluruh wilayah Indonesia,” tandas Langgeng.(wld/bil/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Surabaya
Senin, 8 Juni 2026
30o
Kurs