Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) membuka layanan simulasi pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 pada, Senin (8/6/2026) dan Selasa (9/6/2026).
Simulasi SPMB itu hanya bisa diikuti oleh calon murid baru yang sudah memperoleh PIN sebagai syarat utama mengikuti seluruh tahapan SPMB.
Aries Agung Paewai Kepala Dindik Jatim mengimbau para calon murid yang belum mendapatkan PIN agar segera menuntaskan proses pengajuan sebelum batas akhir pada, Selasa (9/6/2026), agar bisa memanfaatkan simulasi pendaftaran yang disiapkan untuk membantu memahami mekanisme seleksi sebelum pendaftaran resmi dibuka.
“Latihan ini kita buat sangat mirip saat pendaftaran nanti. Jadi saat calon murid baru ikut tahapan ini mereka tidak akan kesulitan saat pendaftaran riil SPMB nanti,” katanya, pada Senin (8/6/2026).

Dalam simulasi ini, calon murid bisa mengakses laman spmb.jatimprov.go.id dengan login menggunakan NISN, PIN, tanggal lahir, dan tanggal terbit Kartu Keluarga (KK) atau Surat Keterangan Domisili (SKD). Oleh karena itu, kepemilikan PIN menjadi syarat utama untuk mengikuti simulasi.
Berdasarkan data Dindik, jumlah calon murid yang mengajukan pengambilan PIN secara mandiri dan daring lebih dari 300 ribu murid. Dari jumlah tersebut, sebanyak 273 ribu lebih murid sudah memperoleh PIN atau sekitar 90,25 persen. Sementara jumlah lulusan SMP/MTs sederajat di Jawa Timur tahun ini mencapai 618 ribu lebih murid.
Aries menegaskan bahwa PIN menjadi kunci utama dalam seluruh tahapan SPMB, sehingga calon murid yang belum mendapatkannya diminta segera menyelesaikan proses pengajuan.
“PIN menjadi kunci utama dalam seluruh tahapan SPMB. Jadi ayo adik-adik segera tuntaskan pengajuan pengambilan PIN agar bisa mengikuti tahapan simulasi pendaftaran SPMB. Ini harus dimanfaatkan,” ucapnya
Ia menjelaskan simulasi pendaftaran hanya berlaku untuk jalur Domisili dan Jalur Nilai Prestasi Akademik SMA maupun SMK. Melalui simulasi ini, calon murid dapat mengetahui peluang memilih sekolah sesuai rayon domisili sekaligus memahami sistem pemeringkatan yang digunakan dalam proses seleksi.
Pada jalur domisili SMA/SMK tahun ini, calon murid tidak diperbolehkan memilih jenjang SMA dan SMK secara bersamaan karena pendaftaran kedua jalur dibuka pada waktu yang sama, yakni 11-12 Juni 2026. Untuk pilihan sekolah, calon murid maksimal dapat memilih tiga SMA dalam rayon atau tiga konsentrasi keahlian pada SMK yang sama maupun berbeda.
Selain itu, simulasi tidak dapat diikuti calon murid dengan kondisi khusus yang menggunakan Surat Keterangan Pindah Domisili (SKPD) Mutasi karena jalur Mutasi baru tersedia pada tahap kedua. Sementara calon murid pengguna Surat Keterangan Domisili (SKD) akibat bencana alam atau pondok pesantren tetap dapat mengikuti simulasi.
Aries juga mengingatkan bahwa sekolah telah menyiapkan helpdesk dan petugas panitia SPMB untuk membantu calon murid memahami proses pendaftaran.
“Di sekolah-sekolah sudah ada helpdesk dan petugas panitia SPMB yang siap membantu memberikan pelatihan proses pendaftaran. Jadi jangan sampai ketinggalan untuk latihan ini,” ucapnya.
Sebagai informasi, pengambilan PIN mandiri SPMB SMA/SMK Negeri Jawa Timur berlangsung pada 28 Mei hingga 9 Juni 2026. Pendaftaran tahap pertama jalur Domisili SMA dengan kuota 35 persen dan Domisili SMK dengan kuota 10 persen dibuka pada 11-12 Juni 2026.
Tahap kedua untuk jalur Mutasi SMA/SMK, Afirmasi SMA (30 persen), Afirmasi SMK (15 persen), Mutasi Orang Tua (5 persen), dan Prestasi Hasil Lomba (5 persen) dibuka pada 17-18 Juni 2026. Sementara jalur Nilai Prestasi Akademik SMA dengan kuota 25 persen berlangsung pada 24-25 Juni 2026 dan jalur Nilai Prestasi Akademik SMK dengan kuota 65 persen dibuka pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026.(ris/bil/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

