Kakek Mariyono yang sempat hilang kontak dengan keluarganya, akhirnya berhasil ditemukan setelah tersesat dalam perjalanan dari Nganjuk menuju Sidoarjo.
Di balik kabar bahagia itu, ada peran Nur Yahya warga Sidoarjo yang sigap melaporkan temuannya kepada Radio Suara Surabaya (SS), sehingga keluarga lansia tersebut bisa kembali bernapas lega.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (29/4/2026). Nur Yahya menghubungi Radio Suara Surabaya pada Rabu sore sekira pukul 15.58 WIB. Ia mengabarkan tentang penemuan lansia yang diduga tersesat di pintu masuk salah satu perumahan kawasan Buduran, Sidoarjo.
Sebelum ditemukan, keluarga Mariyono sempat diliputi kecemasan karena sang kakek tidak memberikan kabar selama perjalanan. Kondisi itu membuat pihak keluarga khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
“Itu kakek saya. Asal Nganjuk. Beliau dari Nganjuk ke Sidoarjo. Naik bus, tapi tidak berkabar ke keluarga,” terang Firzatulloh cucu Mariyono.
Atas apa yang sudah dilakukan, Suara Surabaya (SS) Media memberikan apresiasi kepada Nur Yahya pada Senin (8/6/2026). Pemberian apresiasi tersebut juga dalam rangka memperingati 43 Tahun Suara Surabaya.
Atas kepedulian dan kontribusinya membantu masyarakat, SS Media memberikan apresiasi kepada Nur Yahya pada Senin (8/6/2026). Apresiasi ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 43 Tahun Suara Surabaya.
Nur Yahya menceritakan, saat pertama kali menemukan Mariyono, sang kakek sedang duduk sendirian di sebuah warung bakso dan es campur di kawasan Buduran. Saat itu ia baru saja menyelesaikan aktivitas di sekitar lokasi dan merasa perlu membantu lansia tersebut.
“Saat saya menemukan, Kakek Mariyono sedang duduk di warung bakso dan es campur. Kebetulan saya baru selesai kegiatan di sekitar lokasi. Kemudian saya melaporkan penemuan itu ke Radio Suara Surabaya,” kata Nur Yahya.
Menurutnya, Radio Suara Surabaya selama ini menjadi sarana yang paling cepat dan efektif untuk menyampaikan berbagai informasi yang ditemukan masyarakat di lapangan. Karena aktivitasnya yang sering berada di jalan, ia kerap memanfaatkan layanan radio tersebut untuk melaporkan berbagai kejadian.
“Saya lapor ke Radio SS karena selama ini merasa dekat dengan Suara Surabaya. Setiap ada kejadian di jalan, saya biasanya menyampaikan lewat Suara Surabaya. Alhamdulillah, media ini sangat tanggap terhadap masyarakat dan penyampaian informasinya juga cepat. Saya setiap hari keliling menggunakan mobil, jadi sering menemukan berbagai kejadian di jalan,” ujarnya.
Pada momentum 43 Tahun Suara Surabaya, Nur Yahya berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat aktif dalam menyampaikan informasi yang mereka lihat, dengar, dan alami. Menurutnya, partisipasi publik memiliki peran penting dalam membantu mencarikan solusi atas berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Kami berharap masyarakat di Sidoarjo, Jawa Timur, maupun seluruh Indonesia bisa terus berkolaborasi dengan Radio Suara Surabaya. Apa yang terjadi, yang dilihat, yang didengar, dan yang dialami di mana saja, silakan disampaikan. Pengalaman saya menunjukkan bahwa setiap informasi yang disampaikan melalui Suara Surabaya selalu mendapat respons dan solusi yang bermanfaat,” tuturnya. (saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

