Rabu, 10 Juni 2026

Pariwisata Harus Masuk Meja Utama Presiden, Tantowi Yahya: Ini Jalan Keluar Pengangguran dan Penghasil Devisa

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Ilustrasi. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Foto: pariwisata.id

Tantowi Yahya Tokoh pariwisata nasional mendorong pemerintah menempatkan sektor pariwisata sebagai agenda strategis nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden.

Menurutnya, pariwisata bukan lagi sekadar sektor pendukung, melainkan mesin ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, menghasilkan devisa, menggerakkan UMKM, hingga membangkitkan ekonomi desa.

Pandangan tersebut disampaikan Tantowi Yahya yang juga Ketua Umum IKA NHI Bandung dalam momentum International Hospitality and Tourism Grand Recruitment IKA NHI 2026 yang berlangsung di Politeknik Pariwisata NHI Bandung pada 8-9 Juni 2026.

“Indonesia membutuhkan sektor yang cepat menyerap tenaga kerja, inklusif, menyentuh desa, dan memiliki pasar global. Pariwisata memiliki semua syarat itu. Karena itu sudah waktunya pariwisata ditempatkan sebagai agenda strategis Presiden untuk pekerjaan, devisa, dan masa depan Indonesia,” kata Tantowi, Selasa (9/6/2026).

Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru 2017-2021 ini menjelaskan, sektor pariwisata memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar karena mampu menggerakkan banyak sektor sekaligus.

Kehadiran wisatawan tidak hanya menguntungkan hotel, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi restoran, petani, nelayan, pelaku UMKM, pemandu wisata, seniman hingga masyarakat desa.

“Pariwisata adalah sektor yang sangat demokratis. Dampaknya tidak berhenti pada korporasi besar. Jika dikelola dengan baik, uang yang dibawa wisatawan bisa mengalir sampai ke desa-desa dan rumah tangga lokal,” ujar Tantowi yang juga Presiden Komisaris KEK Kura-Kura Bali.

Menurut Tantowi, penyelenggaraan International Hospitality and Tourism Grand Recruitment IKA NHI 2026 menjadi bukti nyata besarnya daya serap tenaga kerja sektor pariwisata.

Melalui jejaring pendidikan dan industri, lebih dari 6.000 peluang kerja berhasil dibuka bagi lulusan dan pencari kerja di bidang hospitality dan pariwisata.

“Ini bukan teori. Ini fakta lapangan. Anak-anak muda datang dengan harapan, industri datang dengan kebutuhan, kampus hadir sebagai jembatan, dan alumni menjadi penggerak jejaring. Negara harus melihat ini sebagai sinyal penting bahwa pariwisata adalah salah satu jalan tercepat menghubungkan bonus demografi dengan produktivitas ekonomi,” tegasnya.

Tantowi menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadikan pariwisata sebagai sumber devisa utama. Kekayaan alam, budaya, kuliner, serta keramahtamahan masyarakat Indonesia telah diakui dunia. Destinasi unggulan seperti Bali, Lombok, Labuan Bajo, Danau Toba, Borobudur, Likupang, Mandalika, Raja Ampat hingga ratusan desa wisata dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk memperkuat sektor tersebut, Tantowi mengusulkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penyusunan Grand Design Tenaga Kerja Pariwisata Nasional, penguatan desa wisata sebagai pusat ekonomi lokal, pemberian insentif bagi industri penyerap tenaga kerja, penguatan diplomasi pariwisata, pembentukan Tourism Data Command Center, peningkatan konektivitas menuju destinasi wisata, hingga pengembangan kalender event yang konsisten dan berkelas internasional.

“Indonesia adalah negara yang terlalu indah untuk tidak dijadikan kekuatan ekonomi. Kita memiliki semua modal untuk menjadikan tourism sebagai jalan masuk devisa, jalan keluar pengangguran, dan jalan kebangkitan desa,” ujar Tantowi.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan sektor pariwisata membutuhkan dukungan lintas kementerian dan pemerintah daerah, sehingga tidak hanya menjadi urusan satu sektor semata.

“Pariwisata membutuhkan keberpihakan politik yang lebih tinggi. Bukan sebagai pelengkap, bukan sebagai seremoni, tetapi sebagai agenda strategis nasional yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(faz/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Surabaya
Rabu, 10 Juni 2026
25o
Kurs