Buku yang mengisahkan tentang asal-usul Soekarno, berjudul “Aku Arek Suroboyo”, resmi dirilis Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, pada Kamis (25/6/2026).
Buku yang ditulis oleh Purnawan Basundoro, Samidi, Yayan Indrayana, dan Kukuh Yudha Karnanta itu mengungkap bahwa selama ini Soekarno merupakan pahlawan kelahiran Kota Surabaya.
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menerangkan, perilisan buku baru ini sekaligus untuk meluruskan sejarah bangsa dan memastikan generasi muda tidak lagi keliru dalam memahami jejak perjuangan pahlawan nasional.
“Kehadiran buku ini, menurut saya sangat krusial, untuk menegaskan kembali fakta sejarah bahwa Bung Karno lahir di Kota Pahlawan. Melalui buku ini, kami ingin menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat mengenai masa kecil, perjuangan, serta kobaran semangat Bung Karno selama berada di Surabaya,” katanya.

Adapun sebagai bentuk komitmen dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme, Eri memastikan buku “Aku Arek Suroboyo” akan dimasukkan ke dalam kurikulum wajib, untuk siswa SD dan SMP di Kota Surabaya.
Teknis pembelajarannya, lanjut Eri, akan diintegrasikan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler atau jam pelajaran sejarah secara khusus.
“Harapannya dengan tambahan alokasi waktu ini, anak-anak sejak usia dini dapat memahami sejarah otentik perjuangan Bung Karno secara jernih, sehingga pemikiran mereka tidak terdistorsi oleh informasi yang keliru,” tambahnya.
Selain itu, Eri juga berencana untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi guna memulihkan nama Bung Karno yang selama ini dianggap berafiliasi dengan gerakan PKI. Karena, sejak September 2024 lalu, status keterlibatan Bung Karno dalam gerakan PKI hingga membuat dirinya diasingkan, telah dicabut.
Sementara Puti Guntur Soekarno mengungkapkan bahwa buku “Aku Arek Suroboyo” secara spesifik mengulas fase kehidupan Bung Karno mulai dari momen dilahirkan, hingga masa remajanya di Surabaya.
“Mempelajari kisah hidup Bung Karno secara otomatis akan membuka pintu gerbang untuk mengenal para tokoh bangsa dan pahlawan besar lainnya,” ungkapnya.
Menurutnya, melalui buku ini anak-anak akan diajak mengenal sosok H.O.S. Cokroaminoto yang merupakan guru politik pertama Bung Karno. Proses pembelajaran ini diyakini akan memicu rasa ingin tahu siswa untuk menelusuri lebih dalam jejak peninggalan sejarah dan rumah sang guru bangsa yang berada langsung di Kota Surabaya.
Puti berharap pembelajaran sejarah yang dinamis ini mampu meluruskan persepsi keliru yang sempat bertahan lama akibat keterbatasan akses informasi di masa lalu.
“Kehadiran buku ini diharapkan dapat membuka kembali memori kolektif bangsa tentang asal-usul dan masa muda Bung Karno sebagai Arek Surabaya yang sesungguhnya,” tutupnya.(kir/bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

