Jumat, 26 Juni 2026

Dari Banyumas ke Chicago, Gula Kelapa Indonesia Tembus 56 Negara

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Budi Santoso Menteri Perdagangan melihat gula kelapa di Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026). Foto Humas Kemendag

Permintaan gula kelapa Indonesia di pasar global terus menguat. Budi Santoso Menteri Perdagangan (Mendag) mengatakan, permintaan gula kelapa dari Banyumas, Jawa Tengah telah menembus 56 negara di Amerika, Eropa, Asia, Afrika, dan Australia.

Terbaru, Budi ikut melepas pengiriman 20 ton gula kelapa senilai 46 ribu US dolar atau sekitar Rp822 juta ke Chicago, Amerika Serikat. Katanya Negeri Paman Sam bersama negara-negara Eropa menjadi pasar utama produk tersebut.

“Kami ingin tumbuh bersama-sama dan meningkatkan ekspor komoditas unggulan daerah. Salah satunya, dengan Kabupaten Banyumas untuk meningkatkan ekspor gula kelapa ke berbagai negara. Pelaku usaha silakan memanfaatkan berbagai fasilitas perdagangan untuk memperoleh keuntungan dan mengembangkan usaha,” kata Budi Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026).

Kemendag mencatat ekspor produk gula Indonesia tumbuh rata-rata 9,61 persen sepanjang 2021-2025. Pada Januari-April 2026, nilainya mencapai USD42,67 juta, melonjak 45,97 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Budi Santoso menilai keberhasilan gula kelapa Banyumas menembus puluhan negara menunjukkan komoditas daerah memiliki peluang besar di pasar internasional. Menurut dia, pelaku usaha dapat memanfaatkan berbagai fasilitas perdagangan yang disediakan pemerintah untuk memperluas akses pasar ekspor.

“Melalui jaringan 46 perwakilan perdagangan RI yang tersebar di 33 negara tujuan ekspor. Para perwakilan perdagangan dapat mendampingi pelaku usaha dalam penjajakan bisnis (business matching) daring dan luring maupun promosi dalam bentuk pameran dan misi dagang. Pelaku usaha juga dapat memanfaatkan kantor perwakilan perdagangan sebagai ruang promosi dan pertemuan langsung dengan buyer potensial,” ujarnya.

Sepanjang Januari–Mei 2026, Kemendag telah memfasilitasi 621 pelaku usaha dalam business matching. Terlaksana 333 kegiatan business matching, yang terdiri atas 168 sesi presentasi bisnis (pitching) dan 165 sesi temu bisnis dengan buyer berbagai negara.

“Selama periode tersebut, business matching menghasilkan potensi transaksi sebesar USD 193,88 juta. Produk-produk yang diminati, antara lain, makanan olahan, rempah, boga bahari, kopi, cokelat, dekorasi rumah (home decor), sabun, cocopeat, produk plastik, dan minyak kelapa sawit (CPO),” pungkasnya.(lea/bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 26 Juni 2026
28o
Kurs