Rabu, 1 Juli 2026

BPS: Neraca Perdagangan Defisit 1,61 Miliar Dollar AS, Pertama Kali dalam Enam Tahun Terakhir

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Ateng Hartono Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS di Jakarta, Rabu (1/7/2026). Foto Lea Citra suarasurabaya.net

Badan Pusat Statistik (BPS) mecatat neraca perdagangan Indonesia defisit 1,61 miliar Dollar AS pada Mei 2026. Data tersebut menunjukkan defisit pertama neraca perdagangan sejak 6 tahun belakangan.

“Mei tahun 2026, neraca perdagangan barang mengalami defisit sebesar 1,61 miliar Dollar AS atau minus 1,61 miliar miliar Dollar AS. Nah, defisit pada bulan Mei tahun 2026 disebabkan terutama defisit pada komoditas migas, sebesar defisitnya minus 3,76 miliar Dollar AS. Penyumbang defisit komoditas migas yaitu dari hasil minyak dan juga dari minyak mentah,” kata Ateng Hartono Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Nilai impor tercatat lebih tinggi dari ekspor, sebesar 24,81 miliar Dollar AS. Sementara ekspor RI 23,20 miliar Dollar AS.

“Pada bulan Mei tahun 2026 total nilai impor mencapai 24,81 miliar Dollar AS, atau meningkat 22,16 persen jika dibandingkan dengan Mei tahun 2025 yang lalu. Nilai impor migas 4,51 miliar Dollar AS, meningkat 70,78 secara tahunannya. Impor non migas senilai 20,30 miliar Dollar AS mengalami peningkatan secara tahunannya sebanyak 14,89 persen,” ujarnya.

Ateng menjelaskan, defisit pada Mei 2026 disebabkan pada komoditas migas sebanyak 3,76 miliar Dollar AS.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Rabu, 1 Juli 2026
27o
Kurs