Senin, 12 Oktober 2026

Neraca Perdagangan Defisit, Indef Dorong Ekspor Bernilai Tambah

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Kegiatan bongkar muat di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Foto: Humas PT TPS

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai Indonesia perlu segera mengubah struktur ekspornya dari yang selama ini didominasi komoditas mentah menjadi produk industri bernilai tambah.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan neraca perdagangan di tengah fluktuasi harga komoditas global.

Pernyataan itu disampaikan M Rizal Taufikurahman Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef menyusul defisit neraca perdagangan Indonesia sebesar 1,61 miliar dolar Amerika Serikat pada Mei 2026.

Defisit tersebut mengakhiri tren surplus perdagangan yang telah berlangsung selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

“Kuncinya bukan hanya menaikkan volume ekspor, tetapi mengubah struktur ekspor dari berbasis komoditas mentah menjadi berbasis nilai tambah industri. Kalau tidak, setiap kali harga komoditas turun atau impor energi melonjak, neraca perdagangan Indonesia akan kembali rapuh,” kata Rizal pada Minggu (5/7/2026).

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Senin, 12 Oktober 2026
26o
Kurs