Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada penutupan perdagangan Senin (6/7/2026).
Rupiah ditutup melemah setelah pelaku pasar merespons laporan terbaru Fitch Ratings yang menyoroti meningkatnya risiko terhadap perekonomian Indonesia, ditambah sentimen defisit neraca perdagangan dan ketidakpastian global.
Berdasarkan data perdagangan, kurs rupiah ditutup melemah 32 poin atau 0,18 persen menjadi Rp17.995 per dolar Amerika Serikat (AS), dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.963 per dolar AS.
Ibrahim Assuaibi analis pasar uang menilai pelemahan rupiah dipicu meningkatnya kekhawatiran investor setelah Fitch Ratings merilis analisis mengenai kondisi ekonomi Indonesia.
“Fitch Ratings dalam laporan terbarunya memberi pandangan mendalam mengenai rapuhnya kondisi ekonomi makro Indonesia, yang terlihat dari indikator pelemahan rupiah, penurunan cadangan devisa, hingga arus modal keluar yang masif. Namun demikian, perhatian sesungguhnya dari Fitch ialah pada aspek kepercayaan investor yang kian melemah akibat memburuknya tata kelola ekonomi,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

