Rupiah Ditutup Menguat, Ditopang Cadangan Devisa yang Memadai
Jumat, 10 Juli 2026 | 18:41 WIB
Prabowo Subianto Presiden berpidato dalam peresmian secara serentak lima bendungan di lima daerah Indonesia dalam acara yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). Foto: ANtara/ Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
Prabowo Subianto Presiden menyatakan bahwa pemerintah telah menutup 240 badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai tidak beres.
“Sampai hari ini, kita sudah tutup 240 BUMN yang tidak beres, sudah kita tutup. Nanti akhir Juli ini akan 250 BUMN kita tutup,” kata Prabowo dilansir dari Antara, pada Jumat (10/7/2026).
Prabowo menyebut, pemerintah saat ini menargetkan jumlah perusahaan yang akan ditutup mencapai 800 BUMN hingga akhir 2026.
“Desember 31, 2026, akan tutup jumlahnya 800 BUMN yang tidak efisien, yang tidak pernah untung, yang merugi terus, kita tutup,” imbuhnya.
Penutupan itu, kata dia, dilakukan terhadap BUMN yang tidak efisien, tidak pernah mencatatkan keuntungan, serta terus mengalami kerugian.