Minggu, 12 Juli 2026

Mahasiswa Asal Jombang Meninggal dalam Kecelakaan Adu Banteng di Lakarsantri

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Jenazah TR mahasiswa asal Jombang ditutup banner usai terlibat kecelakaan adu banteng dengan motor lain di Jalan Raya Sepat Lidah Kulon, Lakarsantri, Surabaya, Minggu (12/7/2026). Foto: Kompol Imam via WA SS

Seorang mahasiswa asal Jombang meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan adu banteng dengan pemotor lain di kawasan Jalan Raya Sepat Lidah Kulon, Lakarsantri, Kota Surabaya, Minggu (12/7/2026) subuh.

Korban meninggal dunia diketahui berinisial TR, Mahasiswa asal Jombang yang saat itu mengendarai motor Yamaha Mio nopol S 2081 WN. Sementara satu pengendara lainnya yang mengalami luka-luka berinisial SS, warga Sidoarjo, yang mengendarai Honda Vario nopol W 2914 BL.

Kompol Imam Solikin Kapolsek Lakarsantri mengatakan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, dua sepeda motor melaju dari arah berlawanan. Namun setibanya di lokasi, salah satunya diduga kehilangan konsentrasi hingga akhirnya bertabrakan satu sama lain dari depan atau adu banteng.

“Yang satu pakai sepeda motor Mio, yang satu pakai sepeda Vario. Nah, yang Vario ini dari Barat ke Timur, kemudian yang Mio ini dari Timur ke Barat. Jadi adu banteng,” kata Imam saat on air di Radio Suara Surabaya, Minggu pagi.

Tabrakan itu, kata Imam, langsung membuat TR meninggal dunia di lokasi. Jenazahnya kemudian dievakuasi ke RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya. Sementara SS mengalami luka ringan dan juga dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

“Untuk yang Mio inisial TR. Alamatnya di Jombang. Masih mahasiswa. Tadi informasinya dari Unesa (Universitas Negeri Surabaya). Nanti langsung dibawa ke RSUD Bhakti Dharma Husada. Meninggal dunia di lokasi,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi, kecelakaan itu diduga dipicu kurangnya kehati-hatian dan kecepatan kendaraan yang terlalu tinggi. Kondisi jalan yang masih sepi pada pukul 04.30 WIB diduga membuat kendaraan melaju kencang.

“Kalau tadi dari saksi-saksi menyampaikan, ya karena kurang hati-hatinya saja dan kecepatan terlalu tinggi karena sepi,” kata Imam.

Kapolsek mengatakan, pihaknya sudah menghubungi keluarga korban meninggal, dan saat ini pihak keluarga sedang menuju ke rumah sakit.

Adapun saat kecelakaan terjadi, kedua pemotor sama-sama memakai helm. Surat-surat juga dipastikan Kompol Imam dalam posisi lengkap. Keterangan awal yang dihimpun, TR diduga dalam pengaruh alkohol (mabuk) saat berkendara, sementara SS mengantuk.

“Ya, karena kondisi manusianya aja mungkin yang satu ngantuk. Ada indikasi yang satu juga mabuk. Yang meninggal,” kata Imam.

Selain faktor pengendara, polisi juga menyoroti kondisi jalan di sekitar lokasi kejadian yang sedang ada perbaikan jalan di sisi kiri. “Kalau kontur jalan ini yang saya pikir memang ada perbaikan,” ujarnya. (bil/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Minggu, 12 Juli 2026
30o
Kurs