Hossein Mohebbi Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengatakan pada Rabu (22/7/2026) bahwa jalur selatan Selat Hormuz telah dipasangi ranjau.
Sebelumnya pada hari yang sama, Donald Trump Presiden Amerika Serikat mengancam akan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik di Iran, termasuk di Teheran, setiap kali Republik Islam itu melancarkan serangan terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz.
“Jalur selatan Selat Hormuz yang telah dipasangi ranjau akan menghancurkan investasi Anda. Jangan terjebak oleh tipu daya Amerika Serikat,” kata Mohebbi seperti dilansir Antara, Kamis (23 Juli 2026).
Sebelumnya, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ahmad Bakhshayesh Ardestani, mengatakan kepada RIA Novosti bahwa dengan mencoba mengalihkan lalu lintas melalui jalur selatan (Oman), AS memicu eskalasi saat ini, karena Teheran menginginkan kapal untuk transit melalui jalur Iran.
Sementara itu, Komando Pusat Khatam al-Anbiya Iran kembali menegaskan bahwa jalur perairan Selat Hormuz masih ditutup bagi pelayaran. Jika nantinya diputuskan untuk membuka kembali jalur tersebut, seluruh kapal diwajibkan melintas melalui rute yang telah ditetapkan oleh Iran.

NOW ON AIR SSFM 100

