Selasa, 14 Juli 2026

Dua Kapal Tanker UEA Dihantam Rudal Jelajah Iran di Selat Hormuz, Satu Awak Meninggal

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilsutrasi kapal-kapal melintasi Selat Hormuz. Foto: Anadolu

Satu awak kapal dilaporkan tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka, termasuk empat orang dengan luka serius, setelah dua kapal tanker Uni Emirat Arab (UEA) yang melintasi jalur pelayaran selatan Selat Hormuz di perairan Oman dihantam rudal jelajah Iran. Insiden ini dilaporkan oleh Kementerian Pertahanan UEA pada Selasa (14/7/2026).

Laporan Anadolu yang dikutip Antara menyebutkan bahwa Kementerian Pertahanan UEA mengidentifikasi kedua kapal yang menjadi sasaran serangan sebagai Mombasa dan Al Bahiyah. Korban tewas diketahui merupakan seorang awak kapal berkebangsaan India yang berada di atas kapal Mombasa, sementara korban luka terdiri dari enam warga negara India dan dua warga negara Ukraina.

Akibat serangan tersebut, kedua kapal tanker mengalami kerusakan material karena kebakaran yang sempat berkobar di badan kapal. Kementerian Pertahanan UEA menyebut api yang muncul akibat insiden ini saat ini telah berhasil dikendalikan.

Pihak UEA mengecam keras serangan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional sekaligus ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas kawasan. UEA turut menegaskan hak negaranya untuk menanggapi dan mengambil segala langkah yang diperlukan guna melindungi kedaulatan, keamanan, serta kepentingan nasionalnya.

Secara terpisah, Lembaga Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menyampaikan telah menerima laporan dari kapten kapal tanker terkait adanya proyektil tak dikenal yang mengenai ruang mesin di bagian lambung kanan kapal. Insiden tersebut dilaporkan terjadi sekitar 40 mil laut di timur laut Qalhat, Oman.

UKMTO menyatakan pihak berwenang tengah menyelidiki insiden ini, sekaligus mengimbau seluruh kapal yang melintasi kawasan tersebut untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar jalur pelayaran.

Insiden ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan militer di kawasan, menyusul serangan beruntun selama tiga hari yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. AS sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer tersebut ditujukan untuk melemahkan kekuatan pertahanan Teheran di Selat Hormuz.(ant/iss/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 14 Juli 2026
30o
Kurs