BPBD Jawa Timur mencatat hingga 24 Juli 2026 terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 16 lokasi dengan luas area mencapai 214,5 hektare yang tersebar di berbagai daerah.
Satrio Nurseno Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur mengatakan faktor utama terjadinya peristiwa itu akibat cuaca panas sepanjang musim kemarau terutama di kawasan yang dipenuhi ilalang dan rumput kering.
“Panas. Jadi memang di atas banyak ilalang dan rumput-rumput kering. Karena panas mungkin ada gesekan kemudian terbakar,” ujar Satrio saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026).
Satrio menjelaskan, data karhutla tersebut merupakan rekap mingguan yang diperbarui setiap Jumat. Oleh karena itu, kebakaran hutan yang terjadi di Kabupaten Probolinggo pada Sabtu dan Minggu belum masuk dalam laporan terakhir.
“Per 24 Juli ada 16 lokasi kebakaran dengan luas lahan terbakar sekitar 214,5 hektare. Probolinggo belum termasuk karena update kami setiap hari Jumat,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

