Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjalin kerja sama dengan Kerajaan Maroko di berbagai bidang strategis mulai dari perdagangan, industri manufaktur, pertanian, pendidikan hingga pengembangan smart city.
Kerjasama tersebut dibahas oleh Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur bersama Redouane Houssaini Duta Besar Kerajaan Maroko untuk RI di Gedung Negara Grahadi, Senin (3/8/2026).
Gubernur Jatim menyebut peluang kerjasama dengan Kerajaan Maroko akan menyasar sejumlah sektor produktif untuk meningkatkan perekonomian dan sumber daya manusia.
“Banyak pembahasan sangat produktif yang kami lakukan pada sore hari ini di sektor perdagangan, industri manufaktur, kemudian sektor agro, perikanan juga, pendidikan termasuk beasiswa ke Maroko dan banyak hal strategis yang lain,” ujar Khofifah.
Khofifah juga mengungkap hubungan diplomat antara Indonesia dengan kerajaan Marko sudah terjalin lama sejak Konferensi Asia Afrika pada 1955 di Bandung.
“Betapa bahwa antara Maroko dan Indonesia sama-sama harus bergandengan tangan untuk bisa mendapatkan kedaulatan yang lebih substantif dari kemerdekaan yang sudah kita peroleh. Oleh karena itu, Presiden Soekarno juga tahun 60 ke Kerajaan Maroko,” ucapnya.
Sementara itu Redouane Houssaini Duta Besar Kerajaan Maroko, mengatakan Provinsi Jatim memiliki potensi ekonomi hingga kebudayaan untuk dikembangkan menjadi kerjasama dalam jangka panjang.
“Di dalam tadi kita mendiskusikan kesempatan untuk melakukan kerja sama antara Maroko dan Jawa Timur dalam hal ekonomi, perdagangan, pertukaran kebudayaan dan pendidikan, kemudian partnership dalam bidang smart city Surabaya dan Tangier,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia dan Maroko memiliki hubungan sejarah yang kuat sehingga menjadi modal untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang.
Redouane juga menyampaikan bahwa Maroko membuka peluang beasiswa bagi pelajar asal Jawa Timur sebagai bagian dari penguatan kerja sama di bidang pendidikan.
“Maroko menawarkan beasiswa untuk murid-murid yang ada di Jawa Timur dan kita sedang mengembangkan MoU tersebut,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Redouane menyampaikan duka mendalam atas tragedi kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan Madura yang terjadi pada Minggu (2/8/2026) kemarin.
“Saya juga ingin menyampaikan rasa duka cita saya mendalam atas kecelakaan tragis yang terjadi di Madura,” tuturnya.(wld/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

