KONI Jawa Timur (Jatim) mengingatkan bahwa keberhasilan atlet tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fisik dan teknik, tetapi juga kondisi mental. Tekanan psikologis yang tidak dikelola dengan baik dinilai dapat menghambat perkembangan hingga menurunkan prestasi atlet.
M. Nabil Ketua KONI Jatim mengatakan, tekanan yang dialami atlet sering kali berasal dari berbagai faktor, mulai dari target juara, tuntutan pelatih, harapan orang tua, hingga ekspektasi dari diri sendiri.
Menurutnya, tekanan tersebut perlu mendapat perhatian yang sama seriusnya dengan pembinaan fisik.
“Bullying tidak selalu fisik. Target juara, tuntutan pelatih, ekspektasi orang tua, hingga tekanan dari diri sendiri juga bisa menjadi beban psikologis yang perlu diperhatikan,” kata Nabil di Surabaya, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, atlet yang telah berulang kali meraih prestasi justru menghadapi tekanan lebih besar untuk mempertahankan pencapaiannya. Sementara atlet pemula juga harus menghadapi beban untuk membuktikan diri dan meraih kemenangan.

NOW ON AIR SSFM 100

