Sebanyak 24 tim dari jenjang SMA, SMK, dan MA di Provinsi Jawa Timur lolos ke tingkat nasional dalam Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 tim lolos dalam kategori pengembangan usaha dan tujuh tim lainnya pada kategori rencana usaha. Capaian tersebut, sekaligus mencatatkan Jatim sebagai provinsi dengan jumlah kontingen terbanyak yang di ajang FIKSI 2026.
Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim mengatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan tingginya kualitas dan minat peserta didik Jatim dalam mengembangkan inovasi di bidang kewirausahaan.
“Alhamdulillah, Jatim kembali menjadi provinsi dengan kontingen terbanyak pada ajang bergengsi yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen,” terangnya, Jumat (8/8/2026).
Menurut Aries, FIKSI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk membangun karakter inovatif, kreatif, mandiri, adaptif, sekaligus memiliki kepedulian sosial.
Lewat FIKSI, Dindik mendorong para murid untuk mengembangkan ide menjadi produk maupun solusi yang memiliki nilai ekonomi dan sosial.
Pihaknya ingin, kontingen Jatim bisa menjadi pionir perubahan melalui inovasi kewirausahaan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
“FIKSI menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan ide menjadi aksi nyata. Selain sebagai wadah aktualisasi diri, kegiatan ini juga menumbuhkan budaya inovasi, kolaborasi, dan semangat menciptakan peluang usaha baru,” ucapnya.
Untuk mematangkan persiapan sebelum berlaga di tingkat nasional, Dindik Jatim telah menggelar simulasi dan coaching bersama mentor profesional di UPT Pengembangan Teknis Keterampilan dan Kejuruan (PTKK) Disdik Jatim.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh tim yang lolos. Peserta mendapatkan pendampingan mulai dari persiapan presentasi, penyempurnaan konsep usaha, hingga strategi pameran produk.
“Kami berharap keikutsertaan siswa dalam FIKSI 2026 mampu melahirkan bibit-bibit wirausaha muda sekaligus pengembang inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Agus Hariyono Ketua Tim FIKSI Jatim mengatakan, pendampingan dilakukan untuk memastikan para peserta lebih siap menghadapi seleksi tingkat nasional.
“Dari total 303 tim pendaftar asal Jawa Timur, terpilih 24 tim yang lolos tahap kedua. Selama dua hari mereka mengikuti simulasi dan coaching agar lebih siap menghadapi seleksi nasional,” jelasnya.
Sebaran 24 tim tersebut berasal dari sejumlah daerah di Jatim. Kota dan Kabupaten Malang menjadi daerah dengan jumlah tim terbanyak, yakni tujuh tim, disusul Sidoarjo enam tim dan Kota Surabaya empat tim. Sementara itu, Kota Pasuruan mengirimkan dua tim. Masing-masing satu tim berasal dari Situbondo, Ngawi, Gresik, Kota Blitar, dan Jember.
Dari sejumlah bidang yang dipertandingkan, bisnis kuliner menjadi bidang dengan jumlah kontingen Jatim terbanyak, yakni lima tim. Berikutnya fesyen dan gim masing-masing empat tim, kriya tiga tim, seni rupa serta film atau video masing-masing dua tim, dan kesehatan-kecantikan serta teknologi digital masing-masing satu tim.
FIKSI 2026 dijadwalkan berlangsung di Bali pada 12-17 Oktober 2026. Ajang tersebut mempertandingkan dua kategori utama, yakni rencana usaha dan pengembangan usaha, yang mencakup 11 bidang.
Bidang tersebut meliputi agribisnis, agriteknologi dan kemaritiman, fesyen, gim, industri musik, film, animasi dan video, kesehatan, kriya, kuliner, pariwisata dan seni rupa, teknologi digital, hingga kewirausahaan sosial.
Secara nasional, sebanyak 337 peserta dari 176 tim yang mewakili 24 provinsi berhasil lolos ke tingkat nasional FIKSI 2026. Mereka merupakan hasil seleksi dari 2.774 tim pendaftar jenjang SMA, SMK, dan MA sederajat di seluruh Indonesia.(ris/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

