Kamis, 20 Agustus 2026

Wawasan Polling SS: Mayoritas Masyarakat Tidak Setuju dengan Usulan Kewarganegaraan Ganda Terbatas

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Prabowo Subianto Presiden menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya saat Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Tangkapan Layar YouTube

Prabowo Subianto Presiden mengusulkan perubahan kebijakan peluang kewarganegaraan ganda untuk orang-orang tertentu, dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2026-2027, pada Jumat (14/8/2026) lalu.

Prabowo menyampaikan dalam pidatonya bahwa dia mengizinkan dwikewarganegaraan bagi talenta-talenta tertentu yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia.

Menurutnya, ada potensi besar Diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai belahan dunia. Yang mana sebagian besar dari mereka memiliki keahlian strategis yang sangat dibutuhkan untuk memperkuat pembangunan dan daya saing bangsa.

Melalui revisi undang-undang ini, pemerintah berupaya untuk memperluas cakupan demi merangkul diaspora berprestasi di berbagai bidang lainnya. Terlebih, banyak dari mereka dinilai berpotensi menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk Indonesia, meski sudah lama bermukim di luar negeri.

Mengenai usulan kewarganegaraan ganda terbatas, Radio Suara Surabaya melakukan polling ke pendengar dengan tahuk, “Setuju atau Tidak, Presiden Usulkan Kewarganegaraan Ganda Terbatas?”. Hasilnya, mayoritas masyarakat tidak setuju dengan usulan tersebut.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Kamis, 20 Agustus 2026
31o
Kurs