Sabtu, 5 September 2026

Zulhas Akan Tertibkan SPPG yang Telat Kirim MBG, Petugas Lalai Bakal Diganti

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Zulkifli Hasan (Zulhas) Menko Bidang Pangan menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat usai kegiatan Lampung Financial Festival (Finfest) 2026 di Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026). Foto: Antara

Zulkifli Hasan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan menyatakan pemerintah akan menertibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlambat mengirim makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Zulhas, keterlambatan distribusi makanan menjadi salah satu persoalan yang dapat memicu kasus keracunan dalam program MBG.

“Dapur bagus, semua bagus. Tapi budaya. Misalnya, masak harusnya dikirim jam 6, mungkin bangunnya kesiangan, dikirimnya jam 11. Itu menimbulkan keracunan,” kata Zulhas usai menghadiri Lampung Financial Festival 2026 di Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026) yang dikutip Antara.

Zulhas menilai kasus keracunan MBG berkaitan dengan kesalahan manusia. Baik itu karena kelalaian, maupun faktor lain yang disengaja.

Karena itu, pemerintah akan mengevaluasi sistem distribusi SPPG dalam dua bulan ke depan, serta menindak tegas satuan maupun petugas yang terbukti lalai. Sanksi yang diberikan bisa berupa penggantian atau pemecatan petugas SPPG.

“Ini kan menyangkut banyak kebiasaan kita, karena ini menyangkut 60 juta orang. Ini yang kami lagi tertibkan. Kasih waktu dua bulan, kami akan menyelesaikan ini. Dan saya sudah minta tidak boleh ada toleransi. Yang lalai, ganti. SPPG siapa saja yang terlibat, ganti. Kita tidak boleh mempertaruhkan anak kita walaupun satu orang keracunan,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan data terakhir Badan Gizi Nasional (BGN), kondisi seluruh korban dugaan keracunan MBG di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo terus membaik.

Dari total 748 santri yang terdampak, sebagian besar telah kembali ke pondok setelah mendapatkan perawatan medis. Hingga data terakhir, masih ada 22 orang yang dirawat di sembilan rumah sakit.

Sementara Mayor Jenderal TNI Trenggono Wakil Kepala BGN mengatakan, operasional SPPG Kali Tengah di Kecamatan Tanggulangin telah ditangguhkan sejak Rabu (2/9/2026).

Penangguhan dilakukan untuk kepentingan investigasi dan evaluasi terhadap dugaan kelalaian serta ketidakpatuhan petugas dapur dalam menjalankan prosedur operasional standar.

Selain menghentikan sementara operasional SPPG Kali Tengah, BGN juga telah mencopot kepala dapur tersebut. BGN selanjutnya akan memeriksa penerapan prosedur operasional standar untuk mengetahui penyebab kejadian. (ant/bil/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Sabtu, 5 September 2026
27o
Kurs