Tim SAR gabungan mengonfirmasi telah terjadi kecelakaan kapal yang menyebabkan hilang kontak dengan KM Virgo Transport 8 di perairan sekitar 80 mil laut dari Dermaga Banjarmasin.
“Kami dari Kantor SAR Banjarmasin menerima informasi laporan dari agen kapal pada pukul 02.36 WITA yang diterima oleh Kasi Operasi. Kapal tersebut diketahui mengalami lost contact terakhir pada pukul 02.00 WITA,” kata I Putu Sudayana Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin dalam konferensi pers, Minggu (13/9/2026) pagi.
Ia menjelaskan, menindaklanjuti laporan dari pihak agen tersebut, Basarnas Banjarmasin langsung melakukan pengecekan dan verifikasi ulang guna memastikan kebenaran informasi. Proses tersebut turut melibatkan koordinasi dengan seluruh unsur potensi SAR yang ada, mulai dari TNI, Polri, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pelindo, Distrik Navigasi, hingga Polisi Perairan (Polair).
“Pada pukul 04.15 WITA kami berangkatkan Rapid SAR dari Kantor SAR Banjarmasin menuju Dermaga Trisakti. Kemudian dari Dermaga Trisakti, kami berangkatkan KM SAR Laksamana dengan jumlah orang di atas kapal (POB) sebanyak 20 orang menuju lokasi kejadian, dengan perkiraan waktu tempuh sekitar lima jam,” ujarnya.

Ia menambahkan, KM SAR Laksamana diperkirakan tiba di lokasi kejadian pada pukul 10.30 WITA. Dalam pelaksanaan operasi pencarian, sejumlah unsur turut memberikan dukungan (backup), di antaranya Polair, Pelindo, KSOP, dan Distrik Navigasi Banjarmasin yang mengerahkan satu unit kapal menuju lokasi. Sementara itu, Basarnas turut mengerahkan satu unit KM SAR Laksamana serta satu unit helikopter dari Lantamal Surabaya untuk membantu proses pencarian.
“Perlu kami informasikan bahwa di lokasi kejadian, sampai saat ini sudah terdapat beberapa unsur kapal dari perusahaan pelayaran yang kebetulan berada di sekitar lokasi, yaitu KM Aida, TB TCP, MT Mauhau 9, dan KM Niki Mila,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa seluruh proses evakuasi penumpang maupun target pencarian nantinya akan dipusatkan di posko utama yang berlokasi di Pelabuhan Trisakti, dengan penyesuaian sarana evakuasi berdasarkan kondisi di lapangan.
Terkait jumlah penumpang, dalam keterangannya sempat disebutkan bahwa jumlah penumpang sesuai manifest yang diterima tim SAR adalah 241 orang, sebelum kemudian dikoreksi menjadi 243 orang. Hingga kini, status pencarian terhadap seluruh POB (person on board) tersebut masih berlangsung, mengingat sejumlah informasi yang masuk belum dapat dipastikan kebenarannya oleh tim di lapangan.(iss)

NOW ON AIR SSFM 100

