Modus penipuan tiket kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) semakin beragam, mulai dari penggunaan akun media sosial palsu, hingga pelaku yang mengaku sebagai agen atau petugas untuk meyakinkan calon penumpang sebelum meminta pembayaran.
Terkait maraknya penipuan ini, Roni Abdullah Kepala Cabang PT Pelni (Persero) Surabaya mengimbau masyarakat lebih waspada, dan tidak mudah percaya terhadap tawaran tiket yang prosesnya tidak sesuai prosedur.
“Modus penipuan saat ini semakin beragam, sehingga masyarakat perlu lebih teliti sebelum melakukan transaksi,” terangnya, Sabtu (26/9/2026).
Ia menjelaskan, pelaku dapat membuat akun media sosial palsu dengan menggunakan foto dan video yang diambil dari akun resmi perusahaan pelayaran milik BUMN tersebut.
Pelaku kemudian menawarkan tiket dengan proses cepat atau harga yang terlihat menarik, sebelum mengarahkan calon korban melakukan pembayaran melalui virtual account (VA) atau metode tertentu yang seolah-olah merupakan bagian dari transaksi resmi.

NOW ON AIR SSFM 100

