Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah tipis pada penutupan perdagangan Selasa (29/9/2026).
Rupiah turun 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.981 per dolar AS dari penutupan sebelumnya Rp17.978 per dolar AS.
Ibrahim Assuabi analis mata uang mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
“Karena tingginya harga minyak, para pelaku pasar memperhitungkan adanya pengetatan kebijakan moneter lanjutan oleh The Fed, menyusul kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuannya tanggal 15-16 September lalu, yang merupakan kenaikan suku bunga dalam tiga tahun terakhir,” kata Ibrahim dilansir dari Antara.
Ekspektasi tersebut tercermin dalam data CME FedWatch. Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober mencapai 70 persen.

NOW ON AIR SSFM 100

