Airin Setiyowati Pengamat Sosial Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menilai perlu adanya penegakan aturan, untuk mencegah kelumpuhan berulang di Jalan Jagir Wonokromo akibat aksi unjuk rasa.
Menurut Airin, pemerintah daerah bersama kepolisian perlu mengatur batas waktu operasional aksi, serta menyediakan kantong parkir khusus bagi kendaraan berat di luar jalur protokol.
“Institusi yang dituntut wajib membuka forum mediasi resmi dan responsif sejak hari pertama agar eskalasi massa tidak meluas,” kata Airin, Kamis (1/10/2026).
Ia menyoroti aksi ratusan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) memblokade Jalan Jagir Wonokromo sejak Rabu (30/9/2026). Menurutnya, penutupan jalan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi.
Airin memperkirakan kerugian ekonomi kawasan dapat mencapai ratusan juta rupiah apabila aksi berlangsung hingga tiga hari. “Penutupan jalan total membuat arus konsumen UMKM harian seperti warung makan dan toko kelontong anjlok drastis 80 hingga 90 persen,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

