Ia menyebut terdapat ratusan pelaku usaha kecil di sepanjang jalur terdampak dengan omzet harian sekitar Rp500 ribu hingga Rp2 juta. Selain kehilangan pemasukan, pedagang tetap harus menanggung biaya sewa dan risiko bahan makanan membusuk.
“Jika dihitung akumulasi selama tiga hari, nilai kerugian ekonomi kawasan tersebut bisa menembus angka ratusan juta rupiah,” jelasnya.
Dampaknya, kata Airin, juga merembet ke pemasok, karena pembelian bahan baku dari pasar tradisional ikut berkurang.
Ia memahami para sopir memperjuangkan hak terkait persoalan barcode solar subsidi yang terblokir. Namun, menurutnya, hak menyampaikan aspirasi perlu tetap mempertimbangkan hak masyarakat lain untuk beraktivitas dan mencari nafkah.
“Sopir memang memperjuangkan hak akibat masalah pemblokiran barcode solar subsidi, tetapi warga sekitar juga memiliki hak mencari nafkah yang terganggu secara mendadak,” tuturnya.

NOW ON AIR SSFM 100

