Kamis, 1 Oktober 2026

Pengamat: Perlu Penegakan Aturan untuk Cegah Kelumpuhan Berulang Jalan Jagir

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Massa aksi GSJT orasi di depan gerbang Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Jalan Jagir Wonokromo, Rabu (30/9/2026) sore. Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Ia menyebut terdapat ratusan pelaku usaha kecil di sepanjang jalur terdampak dengan omzet harian sekitar Rp500 ribu hingga Rp2 juta. Selain kehilangan pemasukan, pedagang tetap harus menanggung biaya sewa dan risiko bahan makanan membusuk.

“Jika dihitung akumulasi selama tiga hari, nilai kerugian ekonomi kawasan tersebut bisa menembus angka ratusan juta rupiah,” jelasnya.

Dampaknya, kata Airin, juga merembet ke pemasok, karena pembelian bahan baku dari pasar tradisional ikut berkurang.

Ia memahami para sopir memperjuangkan hak terkait persoalan barcode solar subsidi yang terblokir. Namun, menurutnya, hak menyampaikan aspirasi perlu tetap mempertimbangkan hak masyarakat lain untuk beraktivitas dan mencari nafkah.

“Sopir memang memperjuangkan hak akibat masalah pemblokiran barcode solar subsidi, tetapi warga sekitar juga memiliki hak mencari nafkah yang terganggu secara mendadak,” tuturnya.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Kamis, 1 Oktober 2026
27o
Kurs