Saifullah Yusuf Menteri Sosial (Mensos) menargetkan 50 persen penduduk Indonesia sudah terdata dalam sistem digital Perlindungan Sosial atau Perlinsos hingga Desember 2026.
Pemerintah menggunakan Perlinsos Digital sebagai upaya melindungi masyarakat miskin dan rentan, sekaligus memastikan penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran.
“Penggunaan teknologi harus mampu menghadirkan keadilan, bukan sekadar mempercepat proses administrasi. Karena itu, kualitas data dan partisipasi masyarakat tetap menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan sosial diterima warga yang berhak,” kata Mensos dalam peluncuran Program Gerakan Peduli Tetangga di Makassar, Minggu (4/10/2026) dikutip Antara.
Gus Ipul sapaan akrabnya menjelaskan, pemerintah mulai mengintegrasikan berbagai basis data. Di antaranya data kependudukan Dukcapil, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dari BPS, serta data dari PLN, kepolisian, Kementerian ATR/BPN, dan Kementerian Hukum.
Integrasi itu ditujukan untuk menghasilkan data sosial ekonomi masyarakat yang lebih akurat. Dengan begitu, pemerintah dapat menentukan penerima bantuan secara lebih tepat dan mengurangi kesalahan penyaluran.

NOW ON AIR SSFM 100

