Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memfokuskan orientasi lulusan SMK dan SMA pada kesiapan kerja dan kemandirian. Lulusan SMK diarahkan pada tiga jalur: bekerja, melanjutkan pendidikan, atau berwirausaha, yang disingkat “BMW”.
Mudianto, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Disdik Jatim, mengatakan fokus tersebut mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Timur melalui berbagai program yang mendorong siswa mandiri dan tidak menganggur.
“Di SMK orientasi lulusannya BMW: bekerja, melanjutkan, wirausaha. Jadi lulusan SMK itu tiga ini,” ujar Mudianto dalam Talkshow “Merawat Bumi Majapahit” di Radio Suara Surabaya, Selasa (6/10/2026).
Menurut Mudianto, siswa SMK yang memiliki kemampuan dan sumber daya didorong melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi. Ia menyebut peluang bagi lulusan SMK untuk masuk ke jenjang tersebut terbuka sangat lebar. Sementara bagi yang tidak melanjutkan, pilihannya adalah bekerja atau berwirausaha.
“Kalau tidak bekerja ya wirausaha,” katanya.
Di SMK, Disdik Jatim menerapkan konsep link and match antara sekolah dan industri agar pembelajaran sesuai kebutuhan dunia kerja. Namun Mudianto mengakui masih ada kendala.
“Kami di Dinas Pendidikan, di SMK, belum memiliki pemetaan terkait kebutuhan tenaga kerja dari industri,” akuinya.
Menurutnya, hal itu terus diupayakan. Sementara ini, pihaknya membaca tren kebutuhan industri. Jika tren bergeser, misalnya dari teknik mesin ke otomotif, porsi teknik mesin dikurangi dan otomotif ditambah. Data kebutuhan dari industri sendiri, kata dia, belum tersedia secara nyata.
Mudianto menyebut peluang masuk sektor formal sangat terbatas sehingga siswa dibekali kemampuan berwirausaha. Sejumlah program dijalankan, di antaranya “sekolah pencetak luar biasa” dan “sekolah calon juragan”.
“Ini memberikan semangat kepada anak-anak bahwa lulus itu bukan hanya bekerja saja, tapi berwirausaha, dan ini memberikan peluang yang luas,” ujarnya.
Di tingkat SMA, tersedia program double track yang memberi muatan keterampilan bagi siswa yang tidak melanjutkan kuliah. “Kita sangat paham bahwa tidak semua lulusan SMA melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.
SIKAP: Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan
Program yang paling tren saat ini, menurut Mudianto, adalah SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan). Siswa diajak memberdayakan lahan kosong di sekolah melalui pertanian, perikanan, dan peternakan. Bagi sekolah tanpa lahan, tersedia pola hidroponik dan polibag.
“Inti dari semuanya itu adalah edukasi untuk ketahanan pangan,” tegasnya.
Servis Gratis Motor di 350 SMK
Dalam rangka ulang tahun Jawa Timur, SMK menggelar program servis gratis sepeda motor. Kegiatan ini dilakukan 350 SMK se-Jawa Timur dengan sasaran sekitar 8.100 konsumen. Tidak ada syarat khusus; masyarakat cukup datang langsung ke sekolah yang memiliki jurusan teknik sepeda motor. Sekolah bekerja sama dengan industri mitra.
“Dijamin, Mbak, tidak akan digunakan untuk coba-coba, dijamin kualitasnya karena ada quality control dari industri mitra dan dari sekolah masing-masing,” katanya.
Di Surabaya, layanan tersedia antara lain di SMKN 2 dan SMKN 5.(iss/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

