Dalam upaya melestarikan sejarah dan budaya dari legenda Sawunggaling, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Lidah Wetan rutin menggelar doa bersama dan napak tilas selama 15 tahun terakhir ini.
Mulyadi atau Cak Moel Ketua Paguyuban Lidah Sawunggaling menerangkan, selama 15 tahun pihaknya dibantu oleh kelompok Sembrani Bumi Nusantara kerap menggelar doa bersama. Terutama, setelah makam Sawunggaling telah dijadikan cagar budaya.
Selain untuk mendoakan legenda Sawunggaling, dalam acara itu Cak Moel berharap muncul informasi dari orang-orang yang mengetahui tentang sejarah itu.
“Kami napak tilas 15 tahun. Mengadakan gelar doa untuk mengangkat budaya, terutata setelah makam Sawunggaling dijadikan cagar budaya. Kami mengadakan acara bulanan berbentuk istighosah, yang diigelar setiap Jumat Legi. Kemudian acara tahunan, yang digelar tiap Oktober sebagai bulan lahir atau haul dari Sawunggaling,” katanya, saat onair dalam program Semanggi Suroboyo Radio Suara Surabaya, Jumat (9/10/2026).
Sementara itu, Andy Bocor Ketua Sembrani Bumi Nusantara mengungkapkan, sebagai salah satu wadah pelestarian sejarah dan budaya, pihaknya juga terus berupaya mengenalkan kembali legenda Sawunggaling kepada generasi muda.
NOW ON AIR SSFM 100

