Pemerintah menargetkan 100 Kampung Nelayan siap beroperasi hingga akhir 2026. Program ini disiapkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
Target itu mengemuka saat Prabowo Subianto Presiden menerima Sakti Wahyu Trenggono Menteri Kelautan dan Perikanan (K) serta Didit Herdiawan Ashaf Wakil Menteri KP di kediamannya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026).
“Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta update perkembangan pembangunan 100 Kampung Nelayan yang tengah dipersiapkan pemerintah,” kata Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet dalam keterangannya.
Teddy mengatakan, 100 Kampung Nelayan itu akan dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang untuk mendukung aktivitas masyarakat pesisir.
“Hingga akhir tahun 2026, sebanyak 100 Kampung Nelayan ditargetkan siap beroperasi dengan berbagai fasilitas penunjang aktivitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan,” ujarnya.
Sejumlah fasilitas yang disiapkan antara lain dermaga sebagai infrastruktur pendukung aktivitas nelayan, pabrik es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan, serta fasilitas penyimpanan dingin atau cold storage.
Pemerintah juga menyiapkan pasar sebagai tempat transaksi hasil tangkapan nelayan. Kehadiran fasilitas itu diharapkan bisa memperkuat rantai usaha perikanan, mulai dari penangkapan, penyimpanan, hingga pemasaran hasil laut.
Pembangunan Kampung Nelayan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem kelautan dan perikanan. Program ini diarahkan agar masyarakat nelayan memiliki infrastruktur yang lebih memadai dan akses lebih baik terhadap rantai ekonomi hasil perikanan. (bil/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

