Pemerintah tengah menyiapkan Bali sebagai lokasi pengembangan pusat keuangan atau financial center tahap kedua setelah Jakarta, untuk memperkuat daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi dan kegiatan sektor keuangan.
Airlangga Hartarto Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian mengatakan, rencana itu telah dibahas bersama sejumlah badan usaha milik negara (BUMN), termasuk mengenai potensi Bali sebagai pusat keuangan baru. Menurut Airlangga, pemerintah juga telah menyiapkan aspek regulasi yang saat ini memasuki tahap finalisasi.
“Kemarin dengan BUMN kita juga melihat potensi Bali untuk menjadi financial center di mana secara regulasi sudah kita selesaikan dan ini dalam tahap finalisasi,” kata Airlangga dalam acara International Fora for Kredit Program Pemerintah di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (29/10/2026), yang dilansir Antara.
Airlangga menjelaskan, pengembangan pusat keuangan di Indonesia akan dilakukan secara bertahap. Jakarta dipersiapkan menjadi lokasi pertama, sedangkan Bali dipertimbangkan untuk tahap berikutnya.
Menurutnya, keberadaan pusat keuangan menjadi semakin relevan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Indonesia dinilai memiliki peluang menarik kegiatan sektor keuangan internasional karena didukung kondisi wilayah yang relatif aman dan nyaman.
“Tentu wilayahnya aman dan nyaman salah satunya adalah di Indonesia,” ujarnya.
Selain memperkuat sektor keuangan nasional, rencana itu juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas sumber pertumbuhan ekonomi Bali. Selama ini, perekonomian Bali banyak ditopang sektor pariwisata.
Karena itu, pemerintah ingin mendorong pengembangan sektor lain agar aktivitas ekonomi daerah semakin beragam.
Airlangga menyebut sejumlah program pengembangan ekonomi telah disiapkan di Bali, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur dan KEK Kura-Kura Bali di Serangan, Denpasar.
KEK Sanur diarahkan untuk menyediakan layanan kesehatan berstandar internasional sekaligus menarik wisatawan yang membutuhkan pelayanan medis. Sementara KEK Kura-Kura Bali dikembangkan untuk mendukung kegiatan ekonomi dan menarik investasi.
Pemerintah juga melihat peluang pengembangan ekonomi digital dan talenta regional sebagai bagian dari diversifikasi ekonomi Bali.
Dengan berbagai pengembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Bali diharapkan tidak hanya bergantung pada pariwisata, tetapi juga ditopang sektor keuangan, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi digital.
Meski demikian, Airlangga belum mengumumkan keputusan final mengenai pengembangan pusat keuangan di Bali, karena rencana tersebut masih dalam tahap persiapan.
Sementara itu, Wayan Koster Gubernur Bali menyambut baik rencana pemerintah pusat menjadikan Bali sebagai lokasi pengembangan pusat keuangan.
Koster memastikan Pemerintah Provinsi Bali siap memberikan dukungan apabila rencana tersebut telah diputuskan. “Kalau sudah diputuskan di Bali tentu kita akan mendukung. Bali kan hanya menyiapkan tempat, yang lainnya pemerintah pusat,” kata Koster.
Menurutnya, Bali memiliki posisi strategis dan kesiapan untuk mendukung pengembangan pusat keuangan tersebut. “Bali sangat siap,” tegasnya. (ant/bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

