Pemerintah tengah mempersiapkan Bali sebagai pusat keuangan internasional atau International Financial Center (IFC) dengan mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura dan Sanur, sebagai motor penggerak investasi.
Langkah ini sebagai wujud dari upaya pemerintah untuk menjajaki kesiapan pengembangan IFC sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional. Selain itu, juga sebagai upaya untuk mendorong realisasi investasi, khususnya di sektor pariwisata berkualitas dan layanan kesehatan berstandar internasional.
Dalam mendorong upaya ini, Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) menegaskan pemerintah kini tengah mematangkan regulasi sebagai landasan pembentukan KEK Sektor Keuangan di Bali.
Regulasi tersebut dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pendirian pusat keuangan, mulai dari skema pengelolaan hingga fasilitas yang mampu menarik investor global. Dia juga menyampaikan, KEK Kura-Kura sebagai kawasan IFC nantinya akan dibicarakan langsung dengan Danantara.
“Jadi apa yang (KEK) Kura Kura Bali bisa tawarkan untuk lokasi IFC? Nanti agar dibicarakan langsung dengan Danantara,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Senin (4/5/2026), dikutip dari Antara.
Sejalan dengan upaya ini, secara terpisah, PT Bali Turtle Island Development (BTID) selaku Badan Usaha Pengelola dan Pembangun (BUPP) KEK Kura Kura Bali memaparkan keunggulan ekosistem Knowledge District sebagai lokasi strategis bagi pengembangan KEK sektor keuangan.
Knowledge District atau KEK Kura Kura Bali ini, dirancang untuk membangun ekosistem inovasi terintegrasi dengan mengoptimalkan modal pengetahuan, pendidikan, dan sumber daya manusia sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Bali, demikian tulis rilis pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Sementara itu, untuk KEK Sanur menunjukkan pengembangan ekosistem health tourism yang mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi layanan kesehatan kelas dunia.
Salah satu fasilitas unggulannya adalah Bali International Hospital (BIH) yang telah beroperasi sejak April 2025 dan menyediakan berbagai layanan spesialis.
Selain itu, The Solitaire Clinic juga dilaporkan akan mulai beroperasi pada tahun ini dengan menghadirkan layanan cosmetic surgery, medical aesthetics, body contouring, hair transplant, serta antiaging stem cell therapy.
Lalu secara kumulatif, KEK Sanur pada perhitungan Triwulan I 2026, mencatat realisasi investasi sebesar Rp5,37 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 5.444 orang, serta kunjungan wisatawan sebanyak 279.804 orang. Sedangkan KEK Kura Kura Bali mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2.146 orang.
Capaian tersebut menegaskan peran strategis KEK Kura Kura Bali dan KEK Sanur dalam mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat transformasi ekonomi nasional melalui pengembangan sektor-sektor bernilai tambah tinggi.(ant/mar/bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

