Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo tengah bersiap melayani stem cell untuk pasien yang ada di Jawa Timur dalam waktu dekat. Fitur layanan ini menjadi yang pertama di RSUD Dr. Soetomo.
Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa Direktur RSUD Dr. Soetomo menerangkan bahwa saat ini layanan stem cell di rumah sakitnya sedang menunggu terbit izin, setelah dilakukan verifikasi lapangan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Jadi kami sudah berproses dan beberapa minggu lalu telah dilakukan verifikasi lapangan oleh Kementerian Kesehatan, untuk izin pelayanan stem cell, serta dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk cara pembuatan obat yang baik (CPOB),” katanya dalam peringatan HUT ke-88 RSUD Dr. Soetomo, Kamis (29/10/2026).
Sebagai informasi, stem cell yaitu rangkaian prosedur medis regeneratif yang memanfaatkan sel punca untuk memperbaiki, mengganti, atau meregenerasi jaringan dan organ tubuh yang rusak.
Prof. Cita menambahkan, RSUD Dr. Soetomo sebenarnya telah membuka layanan stem cell. Tapi pelayanan itu dilakukan berdasarkan research.
“Jadi selama ini sudah dilakukan tapi base research. Nah, sekarang ke depan kalau izin ini keluar, maka kita bisa langsung melayani,” tambahnya.
Saat ini, pihaknya sedang melakukan memperbaiki beberapa minor dari hasil evaluasi lapangan. “Ada ada beberapa minor yang harus kami penuhi. Semoga akhir tahun ini pelayanan stem cell bisa segera dibuka,” tegasnya.
Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim yang hadir membuka seremoni HUT ke-88 RSUD Dr. Soetomo mengapresiasi capaian-capaian yang dilakukan rumah sakit tersebut.
Selain stem cell, RSUD Dr. Soetomo juga menerima Joint Commision International (JCI) sebanyak tiga kali secara berturut-turut, sebagai RS yang menjaga mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
“Ini capaian prestasi yang luar biasa. Ini adalah hasil dari jerja besar, kerja keras, kerja profesional, kerja terukur yang sudah dilakukan oleh tim manajemen dari RSUD Dr. Soetomo. Tentu capaian-capaian kualitatif seperti ini harus dijaga dan ditingkatkan,” terangnya.
Dengan adanya prestasi ini, menurut Khofifah, bukan tidak mungkin Jatim bisa menghemat devisa dengan memberikan substitusi layanan di sini. Sehingga masyarakat yang berniat melakukan pengobatan di luar negeri, bisa secara confident dilayani di RSUD Dr. Soetomo.
“Saya rasa ini akan terus menjadi bagian dari komitmen RS Dr. Soetomo untuk menjaga dan meningkatkan kualitas layanan, menjaga dan meningkatkan akuntabilitas manajemen rumah sakit ini,” tutupnya.(kir/bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

