Bandara Internasional Juanda menguji kesiapan petugas dalam menangani keadaan darurat melalui simulasi kebakaran dan evakuasi di Gedung Administrasi, Kamis (29/10/2026).
Muhammad Tohir General Manager Bandara Internasional Juanda mengatakan, simulasi partial exercise itu dilakukan untuk menguji penerapan prosedur dan kesiapan personel dalam menjalankan peran sesuai skenario yang telah ditetapkan.
“Ini merupakan latihan penting untuk memastikan setiap pihak memahami dan bertindak sesuai dengan tugasnya,” terangnya, Jumat (29/10/2026).
Latihan tersebut melibatkan tim Tim Airport and Rescue Fire Fighting (ARFF), AVSEC, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan.
Melalui simulasi tersebut, pihaknya mendorong setiap unsur dapat mengidentifikasi potensi kendala, mengevaluasi efektivitas prosedur, serta meningkatkan kemampuan respons dan koordinasi apabila terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan khusus.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Bandara Juanda juga terus memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan, keselamatan, serta kelancaran pelayanan kebandarudaraan.
Hal tersebut, kata dia, untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan bandara memiliki pemahaman yang selaras, koordinasi yang efektif, serta kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi kondisi darurat maupun tantangan operasional.
Tohir mengatakan, kolaborasi antarinstansi merupakan faktor penting dalam menjaga operasional bandara agar tetap aman, tertib, dan berjalan optimal.
“Keamanan, keselamatan, dan kelancaran pelayanan di bandara merupakan tanggung jawab bersama. Melalui forum koordinasi dan latihan bersama ini, kami ingin memastikan setiap pemangku kepentingan memahami peran dan tanggung jawabnya, sehingga setiap potensi permasalahan dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat, tepat, serta terkoordinasi,” jabarnya.
Ia menekankan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung terciptanya ekosistem transportasi udara yang aman, selamat, dan berorientasi pada pelayanan.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda koordinasi dan latihan rutin, tetapi juga menghasilkan peningkatan nyata dalam kesiapan petugas, efektivitas komunikasi, dan kualitas kolaborasi antarinstansi. Dengan demikian, Bandara Internasional Juanda dapat terus memberikan layanan yang aman, nyaman, dan andal bagi seluruh pengguna jasa,” pungkasnya.(ris/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

