Saifullah Yusuf atau Gus Ipul Menteri Sosial (Mensos) angkat bicara terkait dugaan penganiayaan terhadap tiga siswa Sekolah Rakyat (SR) di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang diduga dilakukan oleh oknum mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI).
Gus Ipul menegaskan, kasus tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Meski mengakui secara umum kegiatan pengabdian kadet Unhan di Sekolah Rakyat berjalan baik, ia menilai setiap dugaan kekerasan, sekecil apa pun, tidak boleh diabaikan.
Menurut Gus Ipul, Kementerian Sosial (Kemensos) terus memberikan pendampingan kepada para korban beserta keluarga mereka. Ia juga memastikan kondisi psikologis siswa yang sempat terguncang akibat peristiwa tersebut mulai membaik.
“Alhamdulillah, kita lihat anaknya sudah mau bersekolah lagi. Waktu itu sempat syok, kaget atau apa. Dia sempat kita beri kesempatan untuk rileks dulu. Nah, sekarang Alhamdulillah sudah ikut sekolah,” kata Gus Ipul di gedung Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, pendampingan tidak hanya diberikan kepada siswa korban dugaan penganiayaan, tetapi juga kepada orang tua mereka. Kemensos terus menjalin komunikasi dan diskusi dengan keluarga untuk memastikan penanganan persoalan berjalan dengan baik.
NOW ON AIR SSFM 100

