Banjir di sejumlah daerah di Jawa Timur tidak akan mengganggu target panen 2008 sebesar 10,1 juta ton gabah kering giling meskipun wilayah yang diserang banjir merupakan lumbung padi Jawa Timur.
Ini diungkapkan WIBOWO EKO PUTRO Wakil Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur saat dihubungi suarasurabaya.net, Sabtu (29/12).
Menurut EKO, dari pendataan pengamat lapangan Dinas Pertanian di 11 kabupaten yang terkena banjir, seluruhnya ada lebih dari 13 ribu hektar sawah yang terendam. Diantaranya adalah Ngawi (4 ribu hektar), Tuban (700 hektar), Bojonegoro (300 hektar), Tulungagung (500 hektar), dan Jember (500 hektar). Dari jumlah itu belum diketahui persis mana yang puso dan mana yang bisa diselamatkan.
Tentang jumlah kerugian akibat banjir yang melanda Jawa Timur akhir tahun 2007 ini, EKO menaksir sekitar Rp25,6 miliar dengan asumsi seluruh wilayah yang dilaporkan tergenang banjir itu, padinya terserang puso. Kerugian itu meliputi beih, pupuk, dan biaya tanam dalam sekali musim.
“Sebagian besar padi yang tergenang banjir rata-rata berumur 10 hingga 15 hari sehingga masih masuk pertumbuhan vegetatif. Bulir padinya belum terbentuk. Mudah-mudahan setelah banjir surut, masih banyak yang bisa terselamatkan,” ujar dia.
Pemprop Jatim, tegas EKO, akan membantu para petani dengan memberikan benih hibrida secara gratis pada musim tanam berikutnya untuk mengganti panen kali ini yang rusak. Dananya disiapkan dari APBD 2008 sebesar Rp4 miliar.
Dengan benih padi hibrida tersebut, tegas EKO, panen yang gagal akibat banjir akhir tahun 2007 ini akan tergantikan karena benih padi hibrida memproduksi gabah kering giling 70% lebih banyak daripada benih padi konvensional.
Jawa Timur sendiri, tambah EKO, pada 2008 mendatang akan memanfaatkan 1,7 juta hektar lahan untuk memproduksi 10,1 juta ton gabah kering giling atau sama dengan 6,5 juta ton beras. Pada tahun 2007, Jawa Timur mencapai produksi 9,7 juta ton gabah kering giling atau sama dengan 6,3 juta ton beras.(edy)
NOW ON AIR SSFM 100

