Bunga dan produk perbankan saat ini tidak bisa lagi jadi andalan. Bank justru dituntut untuk mampu meningkatkan pelayanan pada nasabahnya.
Dr.SURADI SE MM Pemimpin Cabang Utama Surabaya Bank Jatim pada suarasurabaya.net, di sela Business Gathering Gapeksindo-Bank Jatim di Sea Master Restaurant, Selasa (17/07), mengatakan, setelah pergantian manajemen di internal Bank Jatim, melayani nasabah menjadi skala prioritas. Ini sudah ada dalam SOP (Standar Operasional).
Orientasi ke depan, kata SURADI, Bank Jatim cabang utama berupa semaksimal mungkin melaksanakan pelayanan berdasarkan target waktu, mulai bank garansi, mengambil cek, pindah buku dan sebagainya.
Seiring dengan prioritas pelayanan, Bank Jatim juga memberikan kewenangan lebih dibandingkan sebelumnya. Misalnya, plafon kredit yang dulunya hanya Rp 500 milyar sejak Juli 2007 ini naik menjadi Rp 1,250 milyar. Berikut penjelasan SURADI, {clip*1}.
Dengan kewenangan yang dimiliki Bank Jatim cabang utama, ungkap SURADI, peluang bagi anggota Gapeksindo (Gabungan Pengusaha Kontruksi Indonesia) Jawa Timur. Karena selama ini anggota Gapeksindo baru memamfaatkan kredit sebesar Rp 78 milyar dari total kredit Bank Jatim.
Bank Jatim cabang utama Surabaya, kata SURADI, tahun 2007 ditarget untuk merealisasikan kredit total baik retail dan korporat sebesar Rp 500 milyar. Tahun lalu hanya Rp 400 milyar dan terserap 98%.
Sampai semester I/2007, realisasi penyaluran kredit mencapai Rp 453 milyar. Sementara untuk Loan Deposit Ratio (LDR) cabang utama tahun ini 25% dan tahun lalu 23%.
“LDR Bank Jatim di seluruh cabang ditargetkan maksimal 50%. Kalau tahun lalu 35%. Sampai saat ini posisi kantor cabang utama Surabaya paling baik dibanding cabang lainnya,”ujarnya. (tin)
Teks foto :
– Dr.SURADI SE MM
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

