Minggu, 18 Oktober 2026

Berpotensi Ekspansi, PT PAL Terkendala Investasi

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Kebutuhan kapal dalam negeri cukup tinggi. Namun kapasitas terpasang di Indonesia untuk membuat kapal, sangat terbatas.

PT PAL berkeinginan meningkatkan kapasitas terpasang berdasarkan kebutuhan dalam negeri tersebut. Hanya saja, sampai saat ini masih terkendala investasi dan tergantung sepenuhnya pada pemegang saham yakni pemerintah atau investor swasta lainnya.

Ir.ADWIN SURJOHADIBRATA Dirut PT PAL pada suarasurabaya.net, Jumat (08/06), mengatakan wacana pengembangan sudah bergulir. Tetapi apakah pemegang saham akan merespon, masih belum ada kejelasan menunggu hasil RUPS pada 22 Juni 2007 mendatang.

Selama ini kapasitas terpasang PT PAL per tahun, kata ADWIN, hanya mampu membuat 5-6 unit kapal saja. Sedangkan untuk kebutuhan power plant pemerintah dengan program 10 ribu megawatt listrik minimal dibutuhkan 200 kapal dengan bobot 100 ribu ton per DWT mengangkut 40 juta ton batu-bara yang tidak ada di pulau Jawa. Belum kebutuhan mobilitas barang yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sementara ini, posisi Indonesia, menurut ADWIN, tidak lebih 1% dari pangsa pasar dunia. Harga kapal produksi Indonesia masih kalah bersaing dengan produk negara lain, akibat 50% bahan baku harus impor.

Untuk meningkatkan kapasitas terpasang, kata ADWIN, PT PAL harus membangun galangan kapal baru dan butuh investasi baru. Jika investasi diperoleh dari kredit bank juga tidak memungkinkan.

“Kredit bank untuk working capital membuat kapal dengan short term 2 tahun. Yang kita butuhkan adalah kredit working capital untuk pembayaran pembelian kapal dengan durasi 8-12 tahun,”ujarnya.

Teks foto :
– Ir.ADWIN SURJOHADIBRATA
Foto : TITIN suarasurabaya.net

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Minggu, 18 Oktober 2026
34o
Kurs