Sabtu, 17 Oktober 2026
Alternatif Hindari Raya Porong

Ekspor Gunakan KA Makin Dilirik

Laporan oleh Eddy Prastyo
Bagikan

Jalur ekspor alternatif menggunakan keretaapi (KA) dari wilayah bagian Timur Jatim untuk menghindari Jl. Raya Porong ternyata makin diminati. Tercatat setelah PT Kutai Timber Indonesia (KTI) yang pertama kali meminati akses ini, sejumlah perusahaan orientasi ekspor di Jawa Timur bagian Timur mulai tertarik menggunakannya.

HARIONO Marketing Manager PT Kutai Timber Indonesia pada suarasurabaya.net mengatakan sejak 12 Juni 2007 lalu, pihaknya memang mengawali ekspor menggunakan jalur kereta api. Dari pabriknya yang ada di Probolinggo, PT KTI mengirimkan rata-rata 13 kontainer kayu lapis menggunakan truk menuju Stasiun Bangil dan dari stasiun tersebut, kontainer dibawa dengan KA menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak.

Menurut HARIONO, dibandingkan pengiriman menggunakan truk, ternyata menggunakan kereta api lebih efisien.

“Kita bisa menghemat waktu lebih banyak karena perjalanan KA dari Bangil ke Tanjung Perak Surabaya hanya 1,5 jam. Bandingkan saja dengan truk, bisa sampai 2 jam lebih karena terhalang kemacetan di Jl. Raya Porong,” kata HARIONO. Ia menaksir, efisiensi yang didapat bisa ekuivalen dengan Rp300 ribu tiap truknya.

Menurut HARIONO, ada sejumlah perusahaan yang sudah menghubungi dirinya dan menyatakan tertarik melakukan hal yang sama untuk transportasi ekspor. Mereka diantaranya adalah PT Eratex dan PT Cheil Samsung.

Makin banyaknya peminat jalur ekspor alternatif ini dibenarkan HARI SOEGIRI Kepala Dinas Perhubungan Pemprop Jatim. Dihubungi via telpon, ia mengatakan pihaknya terus melakukan pembenahan. Diantaranya adalah membangun terminal peti kemas di Staisun Bangil dan merevitalisasi koridor rel di Tanjung Perak (Prapat Kurung dan kali Mas) dan Probolinggo.

Diharapkan nantinya, Ekportir tidak perlu ooading dari Stasiun Bangil namun di Stasiun Probolinggo. Jalur-jalur rel dari pelabuhan Probolinggo pun akan direvitalisasi menuju ke Stasiun Probolinggo.

“Kita juga akan melayani kepabeanan secara satu atap di Stasiun Bangil sehingga mereka para eksportir tak perlu mengurusnya lagi di Tanjung Perak,” kata HARIONO.

HARI berharap akhir tahun ini pembenahan tersbeut bisaselesai, sementara itu aktivitas ekspor bisa terus berjalan selama pembenahan meskipun volumenya tidak maksimal.(edy)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Sabtu, 17 Oktober 2026
28o
Kurs