Kemacetan lalu lintas akibat blokade warga Perum TAS (Tanggulangin Anggun Sejahtera) di exit Tol Porong dan Tol Sidorjo membuat Gafeksi (Gabungan Forwarder & Ekspedisi Indonesia) Perwakilan Khusus Bandara Juanda, was-was. Pasalnya, jika terjadi keterlambatan barang tidak terangkut pesawat dan buyers di luar negeri akan komplain.
SIGIT PRAMUDYA Ketua Gafeksi Juanda pada suarasurabaya.net, Jumat (23/02), mengatakan, barang-barang yang akan dikirim keluar negeri harus sudah ada di gudang 3 jam sebelum pesawat take off. Pengangkutan barang Kamis (22/02) kemarin, untuk diangkut pesawat pagi hari.
“Untungnya, kejadian Kamis (22/02) kemarin, tidak membuat cargo terlambat. Pagi tadi cargo yang dibawa Cathay Pacific on schedule. Namun kita tetap was-was cargo akan mengalami keterlambatan masuk gudang jika blokade terus menerus dilakukan warga. Dampaknya, buyers luar negeri komplain karena distribusi barang ke negaranya juga tersendat,”ungkapnya.
SIGIT mengatakan cargo yang ada di Bandara Juanda ada dua jenis yakni general cargo –barang-barang yang tidak cepat busuk- dan cargo barang-barang yang cepat busuk seperti produk makanan dan minuman. Komposisi cargo yang diangkut dari Bandara Juanda, 3 general cargo dan 1 non general cargo.
Barang-barang yang masuk ke gudang cargo, kata SIGIT, mayoritas dari Pasuruan Industry Estate Rungkut (PIER) dan Ngoro Mojokerto. “Dari dua kawasan berikat barang diangkut melewati akses tol yang ditutup warga. Kita menghargai aksi warga tapi seharusnya jangan sampai menimbulkan masalah atau merugikan pihak lain,”tukasnya.
NOW ON AIR SSFM 100

