Indosat bersama Bank Muamalat melanjutkan kerjasama pengembangan bisnis melalui Kartu Shar-e. Melalui kartu tersebut, outlet dan frontliner Indosat mendapatkan fasilitas kemudahan dalam bertransaksi, sedangkan Bank Muamalat bisa meningkatkan penjualan Kartu ke komunitas telekomunikasi.
ASEP SUHANDI Head of East Java, Bali, Nusra (EJBN) Indosat pada suarasurabaya.net, Jumat (27/07) sore, mengatakan, sampai saat ini jumlah outlet yang tergabung dalam Indosat Outlet Community (IOC) mencapai 30 ribu di wilayah EJBN. Di kantor cabang Surabaya sendiri mencapai 33%.
“Sementara jumlah frontliner Mentari, IM3, Matrix (FMC) sekitar 90 ribu. Jumlah FMC akan terus tumbuh seiring pertumbuhan selular. Apalagi dengan menggunakan Kartu Shar-e, memungkinkan untuk terus bertambah. Selain benefit yang diterima FMC jika menggunakan Shar-e, harganya berbeda dari masyarakat umum. Cukup membeli Rp 65 ribu Shar-e, sedangkan umum Rp 125 ribu,”ujarnya.
BUDHY SUPRAYITNO Head of Surabaya Branch Indosat menambahkan Indosat serius menggarap outlet dan frontliner. Dari 11 ribu outlet yang ada di Surabaya, 10 ribu frontliner telah terdaftar sebagai anggota FMC dan 1200 FMC menerima Kartu Shar-e.
RUSTIEN HARTATI Business Coordinator Bank Muamalat Jatim, Bali, Nusra menjelaskan Shar-e merupakan kartu investasi syariah pertama di dunia. Tingkat return cukup aman baik di dunia maupun akhirat. Bersama Indosat, diharapkan penjualan Shar-e terus meningkat. Sedangkan di luar kerjasama dengan Indosat, target yang ditentukan yakni 79 ribu unit.
Total nasabah Bank Muamalat, kata RUSTIEN, mendekati 1 juta orang. Nasabah di Jawa Timur mencapai 25 ribu. “Kerjasama dengan Indosat murni business to business. Untuk meningkatkan nasabah dan memberikan kemudahan calon nasabah mendapatkan Shar-e, kita didukung 53 kantor cabang di seluruh Indonesia dan 1600 kantor pos,”tukasnya. (tin)
Teks foto :
– ASEP SUHANDI (kiri) bersama RUSTIEN HARTATI (kiri) sebelum penyerahan kartu Shar-e ke anggota FMC
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

