Meski diterpa Uni Eropa (UE), industri penerbangan Indonesia siap menghadapi pelaksanaan ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2008. Ini ditegaskan BAMBANG S ERVAN Kapuskom Publik Departemen Perhubungan pada suarasurabaya.net, Selasa (24/07).
Kesiapan itu, kata BAMBANG, berdasarkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di perusahaan penerbangan yang ada. Dari sisi kualitas, SDM perusahaan penerbangan sudah memenuhi persyaratan sesuai standar internasional.
“Dalam program kategorisasi AOC 135 (ijin operasional penerbangan) beberapa waktu lalu, dari 51 perusahaan hanya 6 yang dibekukan karena tidak memenuhi persyaratan. Diantaranya, Smex yang minim dengan SDM,”ujarnya.
Dalam kategorisasi, secara tegas disebutkan tentang Direktur Operasional, pilot, engineer harus punya standar internasional dan tidak bisa ditawar lagi. Ini menunjukkan perusahaan penerbangan Indonesia siap bersaing dengan penerapan AFTA 2008, walau citranya jatuh akibat pelarangan Uni Eropa terhadap 51 perusahaan penerbangan Indonesia.
Dari segi kuantitas SDM, BAMBANG mengakui, memang masih kurang. Namun ini sudah menjadi program pemerintah untuk menambah jumlah SDM. Melalui program PC 120 tahun 2008-2009 di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) bisa menghasilkan 120 pilot. Saat ini baru menghasilkan 60 pilot. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

