Peluang membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jawa Timur dinilai Ir.ERLANGGA SATRIAGUNG Ketua Kadin Jawa Timur, cukup besar. Ini berdasarkan kondisi eksisting kawasan industri yang masih bisa dikembangkan dalam jangka pendek.
ERLANGGA dalam pertemuan konsultasi KEK yang digelar Sekretariat Wapres, Kementerian Koordinasi Perekonomian dan Pemprop Jawa Timur, Senin (30/07), menyebut, kawasan industri Maspion (KIM) bisa dikembangkan dengan penambahan fasilitas bongkar muat peti kemas. Bisa juga lahan kosong milik Perum Garam seluas 285 hektar serta reklamasi pantai sekitar 400 hektar.
“Dari luas lahan di KIM yakni 340 hektar baru terisi 15%. Posisinya strategis karena dekat jalur perdagangan internasional serta berhadapan dengan Laut Jawa. Infrastruktur sudah ada mulai dermaga dengan draft 12 meter, sandar kapal sampai dengan 40 ribu dwt dan fasilitas muatan curah serta daya listri 150 KVA,”ujarnya.
Untuk Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), ungkap ERLANGGA, kemungkinan pengembangan bisa dilakukan dengan penambahan lahan 70 hektar. Dari luas lahan 500 hektar baru terisi 230 hektar.
Sementara untuk jangka menengah dan panjang, ERLANGGA memaparkan, bisa dikembangkan East Java Integrated Industrial Zone (EJIZ). Komponen EJIZ ini meliputi kawasan berikat/industri, export processing zone, citi cargo terminal, pelabuhan internasional, akses tol dan kereta api serta fair ground. Sarana pendukung berbasi IT dalam memberikan layanan one stop service.
Lokasi dan ketersediaan lahan EJIZ, menurut ERLANGGA, berada di 7 kabupaten/kota. Kabupaten yang sudah terdata pencadangan lahan baru, diantaranya, Tuban seluas 34.500 hektar, Lamongan 7.500 hektar, Gresik 12 ribu hektar, Bangkalan 30 ribu hektar dan Sidoarjo 8.500 hektar. Sementara Pasuruan dan Surabaya, pencadangan lahan baru belum terdata.
Tim Nasional KEK, tambah ERLANGGA, dalam waktu dekat akan menentukan insentif KEK mulai dari Kepabeanan, Perpajakan, Perijinan One Stop Service, Keimigrasian dan Ketenagkerjaan. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

